Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Purbaya Benerin Keuangan Negara, Bangsat-Bangsat Negara Panik..!"


Mari jujur :

Indonesia bukan kekurangan aturan.

Yang kurang itu orang berani buat bilang :

“Sistem ini bobrok dan kalian selama ini nyaman hidup dari kebrobrokannya.”

Nah… Purbaya datang dan langsung ngegas.

Bukan pake sopan santun basa-basi pejabat, tapi pake "peluru panas."

Dia bongkar duit daerah yang ngendon, pangkas pola lama yang penuh akal-akalan, dobrak proyek besar yang ditutupi laporan manis, sampai benahin pajak & cukai yang sudah kayak Swiss cheese bolong di mana-mana.



Dan begitu Purbaya bilang :

“SAYA BERSIHIN SEMUA INI.”

Yang panik duluan bukan rakyat.

Yang panik itu "para penjaga status quo".

Yang selama ini kerjaannya kayak gini :

- Makan dari sistem, pura-pura membela rakyat.

- Bocorin anggaran, tapi ngomongnya demi pembangunan.

- Main loophole pajak & cukai, tapi pasang wajah malaikat pas wawancara.

Sekarang, ketika Purbaya masuk…

Semua itu keangkat ke permukaan.

Dan seketika…

MUNCULLAH PARA PENOLAK.

SIAPA YANG PALING PANIK..?

1. Birokrasi Pemda yang Hobinya Numpuk Anggaran

Ketika Purbaya tanya,

“Ini uang negara kok diendapkan kayak deposito pribadi..?”

mereka langsung ribut.

Doktrin lama mereka terganggu :

“Serap pelan, terima bunga besar.

Yang kebakaran jenggot pasti tau kenapa.

2. Oligarki Proyek Raksasa yang Gatal Kalau Angkanya Dibuka

Selama ini mereka jago bikin proyek kelihatan “ringan”, padahal bebannya dilempar ke rakyat lewat skema ajaib.

Purbaya buka semua.

Tentu saja mereka berdalih :

“Ini bahaya, ini provokatif, ini merusak stabilitas.”

Padahal stabilitas siapa..?

Stabilitas dompet mereka..?

3. Kaum Pengusaha Loophole Pajak & Cukai

Ini golongan yang paling halus gerakannya.

Biasanya ngotot bilang “anti pungli”, “pro transparansi”, “pro pertumbuhan”.

Tapi begitu loophole ditutup,

langsung teriak :

‘Kebijakan ini bikin bisnis mati..!’

Jelas mati…

Kalau selama ini bisnisnya hidup melanggar dan dari celah "aturan yang bobrok".

4. Pasar yang Selama Ini Dimanjakan Dengan Laporan Manis

Begitu Purbaya buka borok fiskal lama,

mereka sok syok.

“Kok terbuka sih..? Jadi goyang ini pasar.”

Ya jelas goyang,

kalau pondasinya dari ilusi selama bertahun-tahun.

5. Pejabat Lama yang Ketahuan Main Hawa-hawa Kekuasaan

Ini yang paling lucu.

Nggak ngasih komentar frontal, tapi ngasih “kode halus” :

- Mengapresiasi sambil menyindir

- Memuji sambil meragukan

- Dukung, tapi bilang perlu dikaji tiga ribu kali bahkan ratusaaan..

Gerakannya lembut, tapi jelas banget :

mereka nggak mau “warisan lama” dibongkar.

Purbaya bukan bikin gaduh.

Dia cuma mencabut selimut tebal yang selama ini dipakai menutup-nutupi masalah.

Dan yang panik dan marah..?

Ya mereka yang selama ini tidur nyenyak di bawah selimut itu.

Dia bukan bikin masalah baru.

Dia cuma ngasih lampu terang dan ternyata banyak yang langsung kepanasan.

Kalau teriakannya bikin mereka ngamuk,

itu bukan pertanda buruk.

Itu tanda "akar penyakitnya udah ketusuk".

“Menurut anda…

Purbaya ini bikin gaduh atau justru dia bongkar sarang yang selama ini nggak ada yang berani buka..?

Siapa yang paling kepanasan..? Pendapat kalian gimana..?”

Posting Komentar untuk "Purbaya Benerin Keuangan Negara, Bangsat-Bangsat Negara Panik..!""