Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Kita Tidak Mencari Keributan… Tetapi Jangan Uji Kesabaran Negara


“Kami sudah beri peringatan… Jika simbol pemisahan itu dikibarkan di tanah NKRI pada 1 Desember—kami akan bertindak.”

Kalimat itu menggema seperti petir di tengah hening. Tegas. Dingin. Tidak menyisakan ruang untuk salah tafsir.

Namun dari balik rimba, suara lain muncul—lirih, namun penuh tantangan:

“Jangan serang… kami hanya memperingati hari kami.”

Dan saat dua suara itu saling beradu… seluruh Papua menahan napas.

Menjelang tanggal 1 Desember, udara di Pegunungan Tengah terasa lebih berat dari biasanya. Kabut turun lebih cepat, radio komunikasi lebih sering berdering, dan setiap detik terasa seperti hitungan mundur menuju sesuatu yang tidak semua orang siap hadapi.

Di sisi kota, Panglima TNI berdiri di depan para prajuritnya. Wajahnya tegas, tetapi sorot matanya menyiratkan beban besar: menjaga tanah air tanpa menambah luka yang sudah terlalu lama.

“Kita tidak mencari keributan… tapi jangan uji kesabaran negara,” ucapnya perlahan.  Namun menggetarkan seluruh ruangan.

Sementara itu jauh di lembah, para simpatisan OPM berkumpul dengan obor menyala. Mereka tidak menggertak—tapi juga tidak mundur. Seorang petua berdiri di depan mereka.

“Kami memperingati hari kami… jangan serang dulu, kami hanya ingin didengar.”

Suara itu bergetar—antara keberanian dan keputusasaan.

Malam mulai turun.

Angin membawa dua harapan yang bertolak belakang:

– harapan akan ketertiban…

– harapan akan pengakuan…

Di antara keduanya, masyarakat biasa menjadi saksi paling cemas.

Mereka ingin damai, tapi justru merekalah yang paling dekat dengan bahaya.

Dan kini…

Detik-detik menuju 1 Desember terasa seperti menunggu letusan yang entah akan meled4k—atau akhirnya mereda.(*)

Posting Komentar untuk "Kita Tidak Mencari Keributan… Tetapi Jangan Uji Kesabaran Negara"