Makassar Media Duta,- Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melontarkan kritik pedas terhadap lemahnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Sjafrie dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa, 9 Desember 2025.
Sjafrie mengatakan Indonesia telah kecolongan timah selama 28 tahun. Sebagian besar kekayaan itu justru dinikmati negara lain. Ia memulai penjelasannya mengenai praktik pencurian timah yang menurutnya telah berlangsung dalam skala besar.
"Negara ini mau dicolong, mau dicuri oleh negara lain yang tidak punya sumber daya alam," katanya.
Menurut Sjafrie, Indonesia, khususnya Provinsi Bangka Belitung memiliki cadangan timah terbesar di dunia. Ironisnya, ada negara yang tidak memiliki tambang timah sama sekali tetapi mampu menjadi salah satu dari 10 eksportir terbesar di dunia.
"Saya kasih contoh bahwa di Bangka Belitung kita mempunyai hasil timah yang sangat besar di dunia. (Tapi) ada negara, saya ngga sebut, dia bisa jadi negara pengekspor timah di bawah 10 besar (di dunia), tapi dia ga punya penghasilan timah," ujarnya.
Sjafrie mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya pernah mampu menghentikan penyelundupan timah. Pada 1977, pemerintah berhasil menertibkan praktik itu hingga membuat ekspor ilegal timah merosot drastis. Namun, keberhasilan tersebut hanya bertahan selama 21 tahun.
"Di tahun 1998 sampai September 2025, penghasilan timah kita tinggal 20 persen yang masuk ke republik dan dikelola BUMN PT Timah," ujarnya.
"Sebanyak 80 persen justru keluar tanpa membayar pajak dan kewajiban lainnya," kata mantan Pangdam Jaya itu.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai ironi bangsa. Negara dengan 286 juta penduduk dan kekayaan alam yang melimpah justru tidak mampu menjaga harta karunnya sendiri.
"Apakah kita mau membiarkan kalian, adik-adik mahasiswa, menjadi miskin karena kekayaan negara disedot ke luar negeri?," katanya.(*)


Posting Komentar untuk "Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin Sebut Indonesia Telah Kecolongan Timah Selama 28 Tahun"