Setelah menembus kabut dan menjaga sunyi di tebing vertikal Rinjani demi memulangkan Juliana Marins, langkah kaki Agam Rinjani kini tertuju pada rimbunnya rahasia Gunung Bulusaraung.
Bagi Agam, setiap gunung punya ceritanya sendiri, namun duka keluarga korban selalu memiliki bahasa yang sama: harapan untuk pulang.
Kini, di antara puing ATR 42-500 dan tajamnya batuan karst, ia kembali mempertaruhkan raga. Bukan sekadar mencari yang hilang, tapi menuntaskan janji kemanusiaan di medan yang paling enggan berkompromi."Di mana pun duka terjatuh, di sana kaki harus melangkah. Tak peduli seberapa terjal, setiap nyawa berhak untuk ditemukan."
Mari sejenak menundukkan kepala. Kita titipkan doa pada setiap embusan angin agar langkah mereka diringankan, mata mereka ditajamkan, dan keselamatan senantiasa menyertai setiap pijakan.(*)

Posting Komentar untuk "Agam Menembus Kabut Gunung Bulusaraung Demi Tuntaskan Misi Suci Kemanusiaan"