Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Tariq bin Malik Al-Azdi: Panglima Laut Islam Yang Ditakuti Ombak


Tariq bin Malik Al-Azdi: Panglima Laut Islam Yang Ditakuti Ombak

Langit laut itu gelap.

Awan bergulung seperti dinding hitam, dan angin mengamuk seakan ingin menelan seluruh armada.Namun di haluan kapal utama, seorang lelaki berdiri tegak—tidak bergeming sedikit pun.

Dialah Tariq bin Malik Al-Azdi.

Jubahnya basah oleh hujan, baju zirahnya dipukul ombak tanpa ampun. Di pinggangnya tergantung pedang yang telah menyaksikan banyak pertempuran. Matanya tajam, menembus gelap, seolah menantang lautan itu sendiri.

Ia bukan bangsawan istana.Ia bukan pula putra raja.Ia adalah anak laut, dibesarkan oleh angin, ombak, dan keyakinan yang tak pernah goyah kepada Allah.

Didikan Ombak dan Iman

Sejak muda, Tariq telah mengenal laut lebih dalam daripada daratan. Ia belajar membaca arah angin, suara ombak, dan tanda-tanda badai. Namun yang paling ia kuasai bukanlah pelayaran—melainkan kesabaran dan tawakal.

Setiap kali badai datang, ia mengangkat kedua tangannya dan berdoa:Ya Allah, jika laut ini Engkau tundukkan untuk hamba-Mu, maka jadikanlah aku di antara orang yang bersyukur.”Dan anehnya, kapal yang dipimpinnya hampir selalu selamat.Lambat laun, namanya menyebar.

Bukan hanya di kalangan pelaut Muslim—bahkan musuh pun mulai berbisik:“Jika armada itu dipimpin Tariq, lebih baik mundur. Ombak seakan berpihak padanya.”Pertempuran di Tengah Amukan Laut

Suatu malam, armadanya dihadang musuh di tengah badai.Api panah menyala di kejauhan, bercampur kilat dan hujan.Para prajurit gelisah.Beberapa berbisik takut.

Namun Tariq maju ke depan dan berkata dengan suara tenang namun mengguncang jiwa: Kita tidak berperang sendirian.

Laut ini milik Allah.

Angin ini milik Allah.Dan hidup serta mati kita pun milik-Nya.”Ia menjadi yang pertama melompat ke kapal musuh.Pedangnya berkilat disambar kilat.

Setiap ayunan bukan karena amarah, tetapi karena iman.Malam itu, musuh dikalahkan—bukan hanya oleh baja, tetapi oleh keberanian yang lahir dari keyakinan.

Sejak saat itu, gelarnya pun lahir:“Panglima Laut Islam yang Ditakuti Ombak.”Warisan yang Tak Tenggelam Tariq bin Malik Al-Azdi tidak meninggalkan istana.

Tidak pula meninggalkan harta.

Ia meninggalkan jejak—di setiap gelombang yang pernah ia belah,di setiap pelaut yang ia ajari bahwa keberanian sejati lahir dari iman,dan di setiap musuh yang gentar mendengar namanya disebut di tengah laut.

Ombak bisa menghantam kapal.

Badai bisa mematahkan layar.Namun iman yang kokoh tak pernah tenggelam.Dan selama laut masih bergelora,nama Tariq bin Malik Al-Azdi akan terus berlayar bersama angin sejarah.(*)

Posting Komentar untuk "Tariq bin Malik Al-Azdi: Panglima Laut Islam Yang Ditakuti Ombak"