Namun, bagi awak dan penumpang pesawat Cessna 208 Caravan milik maskapai Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNS, perjalanan hari itu berubah menjadi ujian ny4wa yang tak terlupakan.
Di tengah situasi genting tersebut, muncul satu nama yang kini menjadi buah bibir karena keberaniannya: "Tania.
Kapten Tania adalah sosok di balik kemudi yang berhasil melakukan aksi heroik pendaratan darurat di perairan Pantai Karadiri, Nabire.
Aksinya bukan hanya sekadar menjalankan prosedur penerbangan, melainkan sebuah manifestasi dari ketenangan luar biasa dan dedikasi tinggi terhadap keselamatan penumpang.
Pesawat yang dipiloti Kapten Tania lepas landas dari Bandara Nabire menuju Kaimana sekitar pukul 12.45 WIT dengan membawa 13 penumpang dan satu kru tambahan.
Tak lama setelah roda pesawat meninggalkan landasan, sebuah isyarat b4haya muncul di panel instrumen. Mesin pesawat mengalami gangguan serius yang mengakibatkan daya dorong (thrust) menurun drastis secara tiba-tiba.
Dalam dunia penerbangan, hilangnya tenaga mesin saat pesawat baru saja lepas landas adalah skenario paling menakutkan bagi pilot mana pun.
Namun, laporan dari lapangan menyebutkan bahwa tidak ada kepanikan yang terpancar dari komunikasi Kapten Tania.
Dengan pengalaman panjang melayani rute-rute perintis di pedalaman Papua medan yang dikenal sangat menantang dan tak ramah bagi pilot pemula Tania segera mengambil keputusan krusial.
Awalnya, ia mencoba melakukan prosedur Return to Base (RTB) untuk kembali ke Bandara Nabire. Namun, gravitasi dan kondisi mesin yang kian memburuk memaksa akal sehatnya bekerja lebih cepat. Ia menyadari pesawat tidak akan sampai kembali ke landasan pacu.
Di hadapannya membentang Pantai Karadiri. Birunya air laut saat itu menjadi pilihan terakhir sekaligus peluang tipis untuk menyelamatkan semua termasuk 4 kru yang ada di dalam kabin.
Dengan presisi yang terjaga dan ketenangan yang nyaris sunyi, Kapten Tania mengarahkan moncong pesawat menuju permukaan air.
Pukul 12.55 WIT, benturan dengan permukaan air tak terelakkan. Badan pesawat sebagian terendam, namun keajaiban terjadi: badan pesawat tetap utuh dan tidak hancur.
Detik-detik pasca-benturan menjadi saksi betapa profesionalisme Kapten Tania membuahkan hasil. Satu per satu dari 13 penumpang berhasil keluar dari pesawat dalam kondisi selamat.
Warga sekitar pantai yang melihat kejadian tersebut langsung bergerak cepat membantu evakuasi, disusul oleh tim penyelamat dari TNI, Polri, dan pihak bandara.
Seluruh penumpang dan kru kemudian dilarikan ke RSUD Nabire untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan, namun dipastikan tidak ada k®ban jiwa dalam insiden ini.
Sosok Kapten Tania bukanlah nama yang sering menghiasi panggung besar industri penerbangan nasional, namun di kalangan penerbang perintis, ia adalah salah satu “penjaga jalur sunyi”.
Menjadi pilot di Papua menuntut nyali lebih; cuaca yang bisa berubah dalam hitungan menit dan topografi pegunungan yang ekstrem adalah makanan sehari-hari.
Insiden di Pantai Karadiri ini menjadi bukti nyata betapa jam terbang dan kematangan mental seorang pilot wanita seperti Tania sangat menentukan.
Ia membuktikan bahwa di dalam kokpit, gender bukanlah penentu, melainkan keahlian dan keberanian yang berpihak pada kemanusiaan.
Keberhasilan pendaratan darurat di air (ditching) adalah salah satu manuver tersulit dalam dunia penerbangan. Sejarah mencatat banyak insiden serupa yang berakhir tragis, namun Kapten Tania berhasil mencatatkan akhir yang berbeda.
Ia adalah contoh nyata dari profesionalisme yang tidak gaduh; sebuah keberanian yang bekerja dalam diam namun berdampak besar.
Kini, sisa badan pesawat Smart Air di pinggir Pantai Karadiri menjadi saksi bisu dari sebuah keputusan hebat yang menyelamatkan banyak hati keluarga penumpang di rumah.
Di tengah kabar kec€l4kaan penerbangan yang kerap berakhir duka, kisah Kapten Tania memberikan secercah harapan.
Ia adalah sosok perempuan tangguh yang memilih untuk berjuang hingga detik terakhir, memastikan bahwa semua orang yang ia bawa di punggung sayapnya bisa kembali pulang dengan selamat.
Daftar Penumpang yang Selamat: Berdasarkan manifest, kesebelas penumpang yang selamat adalah: 1.Yosua Maniba
2.Yantinus Iyai
3.Yunus Bastira
4.Banarudin Rada
5.Muh Rada
6.Barandina Awujani
7.Nonce Bary
8.Muh Ridho
9.Iwan
10.Maria Komboy
11.Juprianto
Dengan penanganan evakuasi yang telah berakhir sukses, fokus kini beralih ke proses penyelidikan.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyiapkan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti gangguan teknis yang dialami pesawat. (*)

Posting Komentar untuk "Detik-detik Pasca-benturan Menjadi Saksi Betapa Profesionalisme Kapten Tania Membuahkan Hasil"