Dua wanita satu cinta dan satu duka yang tak tertangungkan di depan pintu, itu mereka melepaskan segalanya kecuali harapan bahwa jasad di dalam sana bukanlah dia.
Dua wanita istri pertama dan istri kedua berdampingan di depan ruang identifikasi korban bandara, wajah mereka pucat, mata sembab dipenuhi air mata yang tertahan tidak ada pertengkaran tidak ada kecemburuan hanya kesedihan yang sama, doa yang sama tangan mereka gemetaran saat menunggu satu nama disebut diantara harapan dan ketakutan.
Mereka menunggu kepastian paling menyakitkan apakah jasad yang ditemukan adalah suami yang mereka cintai atau harapan itu masih boleh hidup sedikit lebih lamaSuasana sunyi dingin dan penuh duka seolah waktu yang tak berhenti, dia di titik paling menyakitkan dalam hidup mereka.
Langit mungkin runtuh bagi mereka hari ini, namun dalam kehancuran itu mereka saling menguatkan dengan keheningan yang paling jujur.
Cinta mereka tidak lagi memperebutkan tempat di hati Sang pria, melainkan memperebutkan sisa-sisa doa agar keajaiban masih punya jalan untuk pulang.
Danuka tidak mengenal urutan ia hanya mengenal kehilangan di depan pintu identifikasi itu status menjadi hambar.(*)

Posting Komentar untuk "Dua Wanita Istri I dan Istri ke II Menanti Identifikasi, Terlihat Pucat dan Mata Sembab"