Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Ini Bukan Sekadar Soal Angka, Tetapi Soal Akal Sehat Yang Dikhianati


Ketika karyawan program Makan Bergizi Gratis: kepala dapur, akuntan, ahli gizi, sampai pengantar ompreng digaji jutaan rupiah, lalu guru honorer yang mencerdaskan akal publik digaji 300 ribu, maka yang kelaparan bukan perut, tapi nalar kebijakan.

Negara hari ini tampaknya lebih takut pada perut kosong ketimbang kepala kosong. Padahal, perut bisa diisi tiga kali sehari, tetapi kepala yang kosong akan memilih kebijakan yang keliru seumur hidup.

Dan kebijakan keliru itu lahir karena gurunya dipermalukan oleh sistem.

Ini ironi epistemik:

yang mengantar nasi dihargai lebih tinggi daripada yang mengantar pengetahuan. Yang bekerja dengan sendok lebih dihormati daripada yang bekerja dengan pikiran.

Jadi jangan heran kalau republik ini sibuk membagi lauk, tapi gagal membagi masa depan. Karena sejak awal, guru diposisikan bukan sebagai fondasi peradaban, melainkan sebagai beban anggaran.

Perbedaan gaji ini bukan jurang. Ini pengakuan diam-diam negara bahwa pendidikan tidak dianggap prioritas. 

Dan kalau negara sudah menganggap guru tak penting, maka jangan berharap lahir warga negara yang berpikir kritis. 

Yang lahir hanya antrean panjang… menunggu ompreng berikutnya. Langit dan bumi? Tidak.

Ini lebih ke akal sehat dan akal yang sengaja dimatikan.

Posting Komentar untuk "Ini Bukan Sekadar Soal Angka, Tetapi Soal Akal Sehat Yang Dikhianati"