Maros Media Duta, -Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung memasuki babak baru
Memasuki hari ketiga, tim Search Rescue Unit (SRU) berhasil menemukan korban kedua di lokasi yang jauh lebih dalam dan sulit dijangkau dibandingkan penemuan pertama, 19 Januari 2026.
1. Penemuan Korban Perempuan di Jurang Terjal
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa korban kedua yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Penemuan ini merupakan hasil kerja keras tim yang menyisir lereng-lereng terjal pegunungan kapur Pangkep.
Lokasi penemuan kali ini dilaporkan jauh lebih ekstrem. Jasad korban berada di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung.
Medan yang terjal dan curam menjadi tantangan utama tim dalam proses pengangkatan jenazah menuju titik evakuasi.
2. Pemanfaatan Golden Time
Marsdya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa fokus utama operasi saat ini adalah memanfaatkan golden time. Tim SAR gabungan masih menaruh harapan besar untuk menemukan korban lain dalam kondisi selamat, meskipun probabilitasnya kian menantang seiring berjalannya waktu dan kondisi cuaca di puncak gunung.
"Di lapangan kita sudah menemukan tanda-tanda dan bukti-bukti baru. Temuan terkait bagian pesawat kami serahkan ke KNKT, sedangkan temuan korban kami serah terimakan ke Posko DVI," ujar Syafii di Kantor Basarnas Makassar.
3. Persiapan Identifikasi Forensik dan DNA
Seiring dengan ditemukannya korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel telah bergerak cepat di RS Bhayangkara Makassar. Berikut langkah-langkah yang telah disiapkan:
Posko Post Mortem: Pemeriksaan forensik dan pengambilan sampel DNA pada jasad korban.
Data Antemortem: Tim DVI telah melakukan swab dan pengambilan sampel darah dari keluarga korban untuk pencocokan DNA.
Proses Rekonsiliasi: Pencocokan data antara temuan fisik di lapangan dengan catatan medis serta data dari keluarga.
4. Koordinasi Antar-Instansi
Operasi ini melibatkan koordinasi yang sangat ketat. Basarnas berfokus pada evakuasi fisik, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) berfokus pada investigasi teknis bangkai pesawat, sementara Polri melalui tim DVI bertanggung jawab penuh atas identifikasi korban secara ilmiah.
Status Operasi:
Titik Penemuan 1: Jurang 200 Meter (Korban Laki-laki).
Titik Penemuan 2: Jurang 500 Meter (Korban Perempuan).
Kondisi Medan: Terjal, curam, pegunungan karst.
Posko Utama: Bandara Sultan Hasanuddin & RS Bhayangkara Makassar.(*)


Posting Komentar untuk "Korban Kedua Pesawat ATR Ditemukan di Kedalaman 500 Meter"