Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Pesawat Hancur Tak Tersisa Tertelan Jurang Tapi Seragam Tetap Utuh dan Rapi


Ada kemustahilan yang tak bisa dijelaskan oleh logika, hanya bisa dirasakan oleh hati.

Di tengah kehancuran dan sunyi yang ditinggalkan tragedi, terkadang tersisa satu hal yang tetap utuh—pengabdian.

Kabut turun lebih awal di Gunung Bulusaraung pagi itu, menutup lereng-lereng curam seperti tirai duka yang enggan dibuka. 

Angin  menyelinap ke sela jaket para anggota Tim SAR yang sejak subuh menyisir jurang demi jurang, berharap menemukan tanda kehidupan, atau setidaknya sebuah jawaban.

Saiful Malik melangkah perlahan di lereng kanan gunung. Setiap pijakan terasa seperti doa yang tertahan di dada. Pohon-pohon patah dan batu-batu pecah menjadi saksi bisu peristiwa yang tak sempat dicegah. 

Hingga akhirnya matanya menangkap sosok itu—diam, tersangkut pada sebatang kayu di kedalaman jurang hampir 300 meter.

Ia mendekat dengan napas tertahan.

Seragam pramugari itu masih utuh. Rapi. Seolah pemiliknya masih berdiri dalam tugas terakhirnya. Di dadanya, sebuah name tag kecil masih melekat, berkilau samar di antara kabut dan gerimis.

Florencia.

Nama itu bukan sekadar identitas. Ia adalah seorang anak, seorang sahabat, seseorang yang pernah menyapa dengan senyum tulus di kabin pesawat. Seseorang yang mungkin berangkat dengan doa keluarga dan harapan sederhana tentang hari esok.

Cuaca tak bersahabat. Kabut menebal, jarak pandang hanya sekitar satu meter. Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. 

Alam seakan meminta waktu—memberi ruang sunyi terakhir bagi Florencia di tempat ia ditemukan. Di sekitarnya, serpihan pesawat terdiam, menjadi potongan cerita dari peristiwa yang tak pernah sempat terucap.

Tak ada suara. Tak ada pesan.

Hanya kesunyian gunung dan nama yang masih setia melekat di dadanya—seolah ia ingin dunia tahu bahwa ia ada, dan ia telah menjalankan tugasnya hingga akhir dengan penuh tanggung jawab.

Ketika evakuasi selesai, banyak mata yang basah, meski tak semua mengenalnya. Di gunung itu, Florencia bukan sekadar korban. Ia menjadi simbol keteguhan, pengabdian, dan kehilangan yang meninggalkan duka mendalam.

Gunung Bulusaraung kembali diselimuti kabut.

Namun nama Florencia Lolita tinggal lebih lama—di hati mereka yang menemukannya, dan di ingatan mereka yang menunggu kepulangannya, dengan harapan yang kini berubah menjadi doa.(*)

Posting Komentar untuk "Pesawat Hancur Tak Tersisa Tertelan Jurang Tapi Seragam Tetap Utuh dan Rapi "