Dalam riuh rendah polemik politik yang kerap mengguncang ruang publik, suara seorang prajurit senior seperti Letjen (Purn) Yunus Yosfiah hadir bak penyejuk yang menegaskan kembali fakta dan pengalaman nyata.
Dengan nada lugas dan penuh keyakinan, Yunus berdiri membela Prabowo Subianto dari tuduhan dan isu lama yang kembali diangkat terkait surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
Yunus menegaskan dengan tegas:
Prabowo tidak pernah dipecat dari ABRI.
Yang terjadi adalah pemberhentian dengan hormat oleh Presiden BJ Habibie, sebuah prosedur resmi yang jauh dari kesan sanksi atau hukuman berat.
Ia pun heran kenapa surat DKP kembali muncul dan diperdebatkan kini, seolah jadi senjata politik menjelang pemilihan presiden.
Menurutnya, jika memang ada yang harus dipersoalkan, isu itu seharusnya mencuat sejak 2004 saat Prabowo mengikuti konvensi Partai Golkar atau 2009, ketika ia menjadi cawapres Megawati. Saat itu, KPU meloloskan seluruh verifikasi tanpa masalah.
Dengan sejarah panjang bersama Prabowo di dunia militer, Yunus berbicara bukan sekadar pendapat melainkan dari pengalaman langsung.
Ia menepis anggapan negatif, termasuk tuduhan Hendropriyono yang pernah menyebut Prabowo "psikopat".
“Psikopat tidak mungkin lolos Akademi Militer dan tidak mungkin berkali-kali berhasil menjalankan tugas besar,” tegasnya.
Kenangannya kembali mengalir ke masa bertempur di Timor Timur, ketika Yunus menjadi komandan Prabowo. Mereka pernah terkepung dua kali, hanya dengan dua satuan:
satuannya Yunus dan satuannya Prabowo. Dalam kondisi genting itu, Prabowo menunjukkan kecerdikan, kepemimpinan, dan keberanian tingkat tinggi.
“Prabowo itu brilian. Hebat. Jangan pernah ragukan itu,” kata Yunus dengan bangga.
Sebagai prajurit senior yang pernah memimpin Prabowo di medan tempur, Yunus menutup pernyataannya dengan kebanggaan tulus:
“Saya bangga kalau Prabowo menjadi Presiden. Karena saya komandannya dulu. Saya tahu betul siapa beliau.”
Sebuah kesaksian dari medan perang bukan sekadar opini yang menggambarkan sosok Prabowo dari seseorang yang melihatnya bekerja, bertarung, dan memimpin dalam situasi paling kritis.(*)

Posting Komentar untuk "Letjen Yunus Yosfiah: Tegas Untuk Prabowo, Dari Medan Tempur Hingga Polemik Politik"