Dunia kepolisian Indonesia dikejutkan oleh kabar pembelotan salah satu anggotanya. Bripda M. Rio, personel Brimob Polda Aceh, kini menjadi buruan internasional setelah terkonfirmasi bergabung sebagai tentara bay*ran di pihak Rusi∆ dalam konflik Ukraina.
Bripda Rio resmi dinyatakan desersi sejak 8 Desember 2025. Teka-teki keberadaannya baru terungkap pada awal Januari 2026 melalui serangkaian pesan WhatsApp yang ia kirimkan kepada rekan sejawatnya di kepolisian.
Dalam pesan tersebut, Rio mengirimkan bukti autentik berupa
Memperlihatkan dirinya mengenakan seragam temp*r lengkap di wilayah konflik.
Video dirinya sedang beristirahat dan mer*kok setelah melakukan patroli di wilayah Donb∆s.
Rio memperkenalkan rekan-rekannya sesama tentara bay*ran yang berasal dari Kolombi∆, B∆ngladesh, dan Filipin∆.
Bukan sekadar prajurit biasa, kemampuan bahasa Rusi∆ dan Inggris yang fasih membuat posisi Rio melesat cepat. Dalam pengakuannya, ia kini memegang jabatan strategis:
Pangkat: Letnan Dua (Zaman).
Posisi: Komandan Pelet0n di garis depan.
Prestasi: Dianggap berkontribusi besar dalam oper∆si militer di wilayah Donbas.
Dug*an kuat motif di balik kenekatan Rio adalah tawaran kontrak yang menggiurkan. Berdasarkan informasi yang beredar, ia menerima:
Uang Muka Kontrak: Sekitar Rp400 juta.
Gaji Bulanan: Mencapai Rp42 juta per bulan.
Status Huk*m: D!buru Interpol
Tindakan Rio mem!cu reaksi ker∆s dari Mabes Polri. Statusnya kini bukan lagi sekadar anggota yang m∆ngkir tugas, melainkan subjek pengej*ran serius.
Selain diproses secara et!k di internal Polri, koordinasi dengan Interpol telah dilakukan untuk mel*cak dan memulangkan Rio guna mempert*nggungj*wabkan perbuatannya di mata huk*m Indonesia.
"Saya meminta maaf kepada atasan saya, namun kini saya sudah berada di garis depan." — Pot0ngan pesan Bripda Rio.

Posting Komentar untuk "𝗢𝗸𝗻𝘂𝗺 𝗕𝗿𝗶𝗺𝗼𝗯 𝗣𝗼𝗹𝗱𝗮 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗚𝗮𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗺𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘁o𝗻 𝗱𝗶 𝗚𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗥𝘂𝘀𝗶a"