Riwayat Prabowo Subianto pada tahun 1998 adalah salah satu bab paling dramatis dalam sejarah militer dan politik Indonesia. Dalam hitungan hari bahkan jam jabatan, karier, dan masa depannya berubah arah dengan tajam.
Inilah kisah yang penuh tekanan, kontroversi, dan ketegangan yang mengukir perjalanan seorang jenderal menuju dunia politik.
1. Hari Ketika Pangkostrad Berganti: 23 Mei 1998
Satu hari setelah Soeharto lengser pada 22 Mei 1998, Presiden baru B.J. Habibie mengambil langkah yang mengejutkan: memberhentikan Prabowo dari jabatan Pangkostrad.
Pemicu kebijakan ini adalah tindakan Prabowo yang menggerakkan pasukan Kostrad dari berbagai daerah menuju Jakarta tanpa komando resmi dari Panglima ABRI saat itu, Jenderal Wiranto.
Situasi negara sedang kacau, tekanan politik memuncak, dan keputusan ini menjadi salah satu momen paling menentukan dalam transisi kekuasaan Indonesia.
2. Pergantian Cepat yang Menggetarkan: Johny Lumintang & Djamari Chaniago
Jabatan Prabowo langsung digantikan oleh Letjen Johny Lumintang, namun ini menjadi salah satu masa jabatan terpendek dalam sejarah: hanya 17 jam.
Tak lama kemudian, jabatan tersebut dialihkan lagi kepada Letjen Djamari Chaniago.
Pergantian kilat ini mencerminkan betapa genting dan panasnya dinamika militer saat itu.
3. Pertemuan Tegang dengan Presiden Habibie
Usai diberhentikan, Prabowo langsung menemui Presiden Habibie.
Pertemuan itu berubah menjadi perdebatan panas, sebuah momen yang hingga kini sering disebut sebagai salah satu dialog paling tegang antara seorang jenderal dan presiden baru di masa krisis.
4. Penempatan Baru: Komandan Sesko ABRI
Setelah pencopotan tersebut, Prabowo dipindahkan menjadi Komandan Sekolah Staf Komando (Sesko) ABRI, menggantikan Letjen Arie J. Kumaat.
Meski ini adalah jabatan penting, banyak pihak melihatnya sebagai langkah “pengasingan” politik yang halus.
5. Sidang Dewan Kehormatan Perwira: Tuduhan Penculikan Aktivis
Perjalanan Prabowo memasuki babak yang lebih berat ketika ia harus menjalani sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
Dalam sidang itu, Prabowo disebut terlibat dalam penculikan aktivis 1997–1998 saat menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Sebanyak 15 perwira tinggi bintang tiga dan empat mengusulkan kepada Pangab Wiranto agar Prabowo dipecat dari dinas militer—sebuah usulan yang dianggap sebagai akhir karier militernya.
Prabowo membantah keras tuduhan tersebut.
6. Polemik Status: Dipecat atau Diberhentikan dengan Hormat?
Isu mengenai status pemberhentian Prabowo terus bergulir selama bertahun-tahun.
Pada Pilpres 2009, ketika Prabowo menjadi cawapres Megawati, Fadli Zon menyatakan bahwa Prabowo “diberhentikan dengan hormat”, bukan dipecat.
Namun pada tahun 2012, dalam forum Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Prabowo mengakui bahwa dirinya memang dipecat oleh Habibie.
Pengakuan itu menjadi titik terang dari perjalanan panjang polemik yang telah beredar bertahun-tahun.
✨ Kesimpulan
Kisah Prabowo di tahun 1998 adalah perpaduan antara badai politik, dinamika militer, dan drama personal seorang jenderal di persimpangan sejarah.
Dari pencopotan, rumor, sidang kehormatan, hingga pengakuannya sendiri bertahun-tahun kemudian, semua itu membentuk fondasi perjalanan politik Prabowo yang kita kenal hari ini.
Sumber : wordpress.com

Posting Komentar untuk "Prabowo 1998: Hari-Hari Paling Panas yang Mengubah Arah Hidup Sang Jenderal"