Berdasarkan berbagai laporan kesaksian penjaga dan laporan situasi selama masa penahanannya di Irak (sekitar 2004-2006), Saddam Hussein memang mengisi waktu di penjara dengan beribadah dan membaca Al-Quran.
Berikut adalah beberapa poin terkait situasi tersebut:
👉 Rutinitas Keagamaan: Selama di sel tahanan Camp Cropper, Saddam dilaporkan menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Quran, menulis puisi, dan merawat kebun kecil di area penahanan.
👉 Aktivitas Ibadah: Beberapa laporan menyebutkan bahwa Saddam tetap melakukan shalat dan membaca Al-Quran di dalam selnya.
Tahanan Teladan: Perawat yang merawatnya menyebut Saddam sebagai tahanan yang tenang, sering menulis, dan merawat tanaman.
👉 Kisah "Blood Quran": Terlepas dari kontroversi masa lalunya, tercatat bahwa Saddam sempat memerintahkan penulisan Al-Quran menggunakan darahnya sendiri sebagai bentuk rasa syukur pada akhir 1990-an sebelum ia ditangkap.
Meskipun dalam pengawasan ketat militer AS, aktivitas ibadah pribadinya tercatat tetap dilakukan hingga menjelang eksekusinya pada 30 Desember 2006. (*)

Posting Komentar untuk "Saddam Hasain Mengisi Waktu di Penjara Beribadah dan Membaca Alquran"