Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Saya Tidak Mau Ayah yang Masuk Penjara"


Probolinggo, Media Duta,-  Sebuah tragedi berd*r4h mengguncang warga Probolinggo, Jawa Timur. Holili (23), kini harus mendekam di balik jeruji besi setelah nekat menghabisi nyawa seorang pria yang diduga telah memp3rk0s* ibu kandungnya.

Namun, di balik aksi nekatnya tersebut, terselip sebuah pengakuan yang meny4yat h*ti mengenai alasan mengapa ia tidak melap0rkan kejadian tersebut kepada sang ayah atau pihak berwajib.

Balas Dend4m Atas Luka Sang Ibu

Peristiwa ini bermula ketika Holili mengetahui bahwa ibunya telah menjadi k0rb4n pel3c3han se*sval oleh seorang pria di lingkungannya. Rasa sakit hati dan amarah yang memuncak membuat pemuda ini kehilangan kendali. 

Tanpa pikir panjang, ia mendatangi pelaku dan melakukan aksi main hakim sendiri yang berujung pada hilangnya ny^wa k0rban.

"Saya Tidak Mau Ayah yang Masuk Penjara"

Saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi, sebuah momen emosional terjadi ketika petugas menanyakan mengapa ia tidak mengadu kepada ayahnya atau menempuh jalur hukum sejak awal.

Dengan nada lirih namun tegas, Holili memberikan jawaban yang membuat siapa pun yang mendengarnya terenyuh:

"Saya tahu kalau saya lapor ke Ayah, Ayah pasti akan melakukan hal yang sama (memb*nvh). Saya tidak mau Ayah yang masuk penj4ra. Biar saya saja yang menanggung ini semua," ujar Holili di hadapan penyidik.

Bagi Holili, sosok ayah adalah pilar keluarga yang harus tetap ada di rumah untuk menjaga ibu dan keberlangsungan hidup mereka.

 Ia memilih mengorbankan masa mudanya di penjara daripada melihat ayahnya yang harus kehilangan kebebasan.

Proses Hukum Tetap Berjalan

Meski latar belakang aksi ini didasari oleh pembelaan terhadap kehormatan keluarga, pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan secara hukum.

 Holili kini terancam hukuman berat atas dugaan pembvn*han.

Kasus ini memicu perdebatan di tengah masyarakat mengenai dilema moral antara hukum formal dan "keadilan" emosional dalam menjaga kehormatan orang tua. 

Kini, Holili hanya bisa pasrah menanti persidangan, sambil berharap ayahnya tetap sehat dan menjaga ibunya selama ia berada di dalam sel.(*)

Posting Komentar untuk "Saya Tidak Mau Ayah yang Masuk Penjara""