Di balik dinginnya malam dan jalur terjal Gunung Slamet, nama Yeki Kogoya — atau akrab disapa Lambu — kini menghangatkan hati banyak orang.
Mahasiswa yang juga anggota tim pencinta alam ini menjadi simbol ketulusan, setelah ia menggendong seorang pendaki yang terluka di punggungnya selama kurang lebih 10 jam tanpa henti.
Dalam unggahan @chuex_cruiser, diceritakan bagaimana Yeki menuruni gunung dari Pos 9 menuju Pos 1. Dengan langkah yang mungkin terasa berat, mereka memulai perjalanan sejak pukul 11 siang hingga 9 malam.
Setiap pijakan bukan hanya melawan lelah, tetapi juga menjadi saksi keikhlasan dan rasa kemanusiaan yang begitu kuat.
Di tengah gelap, dingin, dan rasa capek yang tak terbayangkan, Yeki tetap bertahan. Bukan demi pujian, tapi semata-mata karena ia tak tega membiarkan seseorang kesakitan sendirian di jalur pendakian.
Cerita ini mengingatkan kita, bahwa di dunia yang serba cepat ini, masih ada orang-orang baik yang rela berkorban tanpa pamrih. Terima kasih, Yeki — ketulusanmu adalah inspirasi bagi banyak orang.

Posting Komentar untuk "Seorang Pendaki Gunung Terluka Dievakuasi Terpaksa Digendong 10 jam Tampa Henti"