"Suamiku...Pagi tadi, aku masih merapikan kerah bajumu, menatap bangga pada lencana yang baru saja tersemat di dadamu.
Senyummu begitu tulus, seolah berkata bahwa perjuangan panjang kita akhirnya berlabuh pada bahagia.
Namun ternyata, dunia hanya meminjammu sebentar untuk merayakan kemenangan itu. Sore datang membawa kabar yang mematahkan separuh jiwaku.Baru beberapa jam gelar PPPK itu kau sandang di dunia, kini Allah menyematkan gelar 'Almarhum' untuk keabadianmu.
Ternyata, seragam kebanggaanmu hari ini adalah kado perpisahan paling indah sekaligus paling memilukan.
Selamat jalan suamiku, pengabdianmu di dunia telah usai, kini beristirahatlah di pelukan kasih-Nya."(*)

Posting Komentar untuk "Seragam Terakhir dan Kepulangan Yang Tak Terduga"