Jenderal Polisi (Purn.) Sutanto tercatat rapi dalam sejarah keamanan dan intelijen Indonesia. Lahir di Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950, Sutanto adalah sosok perwira yang meniti karier panjang dengan gaya tenang, disiplin, dan minim kontroversi namun sarat tanggung jawab.
Lulusan AKABRI 1973 ini mengabdikan hidupnya di Kepolisian Republik Indonesia selama lebih dari tiga dekade, dari 1973 hingga pensiun pada 2008. Kariernya ditempa di jalur reserse, jalur yang menuntut ketajaman naluri, ketelitian, dan kesabaran. Tak heran, ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis.
Pada 1995–1998, Sutanto menjadi ajudan Presiden Soeharto, sebuah posisi yang menuntut loyalitas tinggi dan kepercayaan penuh. Pengalaman ini membentuknya sebagai perwira yang memahami kekuasaan dari jarak sangat dekat—belajar tentang kepemimpinan, kehati-hatian, dan tanggung jawab negara.
Selepas itu, kariernya melesat. Ia dipercaya menjadi Kapolda Sumatera Utara (2000) dan kemudian Kapolda Jawa Timur (2000–2002). Puncaknya, Sutanto diangkat sebagai Kapolri ke-18 pada 8 Juli 2005 hingga 30 September 2008 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Di periode ini, ia dikenal sebagai figur pemersatu internal Polri dan penata stabilitas institusi.
Pengabdian Sutanto belum berhenti. Pada 22 Oktober 2009, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ke-14, posisi strategis yang dijalaninya hingga 19 Oktober 2011.
Dalam senyap dunia intelijen, Sutanto kembali menunjukkan karakter khasnya: bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi menopang keamanan negara dari balik layar.
Atas jasa dan pengabdiannya, Sutanto menerima berbagai kehormatan, termasuk gelar Dato Seri Pahlawan dari Brunei Darussalam.
Di balik seragam dan jabatan, ia adalah seorang suami dan ayah dari empat anak—figur prajurit negara yang menjalani hidup dengan kesederhanaan dan dedikasi panjang.
Sutanto adalah potret jenderal sunyi: tidak gemar tampil, tetapi hadir di simpul-simpul paling penting dalam sejarah keamanan Indonesia.(*)

Posting Komentar untuk "Sutanto, Jenderal Sunyi Penjaga Negara: Dari Ajudan Presiden hingga Kepala BIN"