"Ma, hari ini aku berdiri tegak di depan cermin, menatap bayangan diri yang kini terbalut seragam kebanggaan.
Namun, di balik gagahnya kain ini, ada sisa air mata, peluh, dan doa-doa panjang yang Mama langitkan tanpa henti.
Dunia mungkin sibuk membicarakan tentang silsilah dan garis keturunan, tapi bagiku, itu semua hanyalah angka.
Meski kita tidak berbagi darah yang sama, Mama telah memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga: detak kehidupan dan keyakinan bahwa aku layak menjadi seseorang.Mama membesarkanku dengan cinta yang melampaui logika manusia, mencintaiku layaknya aku adalah bagian dari dirimu sendiri sejak awal dunia diciptakan.
Terima kasih, Ma, sudah memeluk mimpiku saat aku sendiri hampir melepaskannya. Terima kasih telah menjadi pondasi saat aku hampir goyah mengejar cita-cita menjadi seorang TNI.
Setiap langkah tegapku hari ini adalah langkahmu, dan setiap pengabdianku pada negara adalah buah dari pengabdianmu padaku.
Aku berjanji, seragam ini akan kujaga sebaik Mama menjaga hatiku selama ini.

Posting Komentar untuk "Terima kasih Ma, Sudah Memeluk Mimpiku Saat Aku Sendiri Hampir Melepaskannya"