Jawa Timur bukan sekadar wilayah dengan sejarah panjang peradaban Nusantara, tetapi juga tanah yang melahirkan para ksatria modern Republik Indonesia.
Dari bumi inilah lahir perwira-perwira tangguh yang dipercaya memimpin Komando Pasukan Khusus (Kopassus) satuan elit TNI AD yang dikenal disiplin, senyap, dan mematikan.
Lebih dari itu, dua di antaranya berhasil menembus pangkat Jenderal Bintang Empat, sebuah pencapaian langka yang menandai puncak karier militer.
Berikut adalah daftar lengkap putra Jawa Timur yang pernah menjabat Danjen Kopassus, beserta rekam jejak kepemimpinan mereka:1. Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono
Lahir di Tulungagung, 9 Mei 1928, Widjojo Soejono adalah Danjen Kopassus ke-6. Karier militernya menanjak stabil dan strategis.
Ia pernah memimpin Puspassus AD (1967), menjadi Pangdam XIII/Merdeka, lalu Pangdam VIII/Brawijaya.
Puncak kariernya terjadi saat dipercaya sebagai Kepala Staf Kopkamtib (1980), yang mengantarkannya ke pangkat Jenderal TNI.
Sosok Widjojo dikenal sebagai pemimpin tegas dengan pengalaman operasi dan komando wilayah yang luas.
2. Letjen TNI (Purn) Witarmin
Putra Nganjuk ini menjabat Danjen Kopassus (1970–1975). Ia adalah perwira lapangan sejati yang menapaki karier dari bawah: mulai dari komandan batalyon hingga Komandan Brigif Linud 18/Trisula.
Usai memimpin Kopassus, Witarmin dipercaya sebagai Pangdam VIII/Brawijaya (1975–1981), mempertegas perannya sebagai figur sentral di jajaran TNI AD era Orde Baru.
3. Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar
Lahir di Bondowoso, 10 Februari 1940, Wismoyo Arismunandar adalah salah satu putra Jawa Timur yang mencapai Jenderal Bintang Empat.
Alumnus Akmil 1963 ini pernah menjabat Danjen Kopassandha, Pangdam IV/Diponegoro, Pangkostrad, hingga KSAD (1993–1995). Namanya identik dengan kepemimpinan strategis di masa transisi penting TNI.
4. Letjen TNI (Purn) Tarub
Putra Malang, 10 Juni 1943, Tarub menjabat Danjen Kopassus ke-12. Kariernya berkilau dari satu posisi strategis ke posisi lainnya: Pangdam Trikora, Pangkostrad, Kasum ABRI, hingga Duta Besar RI untuk China (1997–2001).
Tarub adalah contoh perwira Kopassus yang sukses menjembatani militer dan diplomasi.
5. Mayjen TNI (Purn) Amirul Isnaini
Lahir di Malang, 24 Maret 1952, lulusan AKABRI 1975 dari kecabangan Infanteri Kopassus. Ia menjabat Danjen Kopassus tahun 2000, kemudian dipercaya memimpin Pangdam VII/Wirabuana dan Pangdam IV/Diponegoro.
Amirul dikenal sebagai pemimpin yang kuat dalam pembinaan pasukan dan penguasaan medan operasi.
6. Letjen TNI (Purn) Sriyanto Muntasram
Putra Tuban, 28 Oktober 1950, lulusan AKABRI 1974, seangkatan dengan Prabowo Subianto.
Sriyanto menjabat Danjen Kopassus (2002–2005), kemudian Pangdam III/Siliwangi, dan Gubernur Akademi Militer (2006–2007). Ia termasuk figur penting dalam regenerasi kepemimpinan Kopassus pasca-reformasi.
7. Letjen TNI Teguh Muji Angkasa
Lahir di Madiun, 11 Juni 1967, alumnus Akmil 1989 dari Infanteri Kopassus. Kariernya mencerminkan perwira modern dengan lintasan lengkap:
Wadanjen Kopassus, Danjen Kopassus (2021–2022), Pangdam XVII/Cenderawasih, hingga Danpussenif TNI AD (2024). Teguh Muji dikenal sebagai jenderal lapangan dengan visi teritorial yang kuat.
8. Letjen TNI Widi Prasetijono
Putra Trenggalek, 4 Juni 1971, lulusan Akmil 1993. Ia memulai karier dari unit paling bawah Kopassus hingga dipercaya menjadi Danjen Kopassus ke-34 (2022).
Namanya semakin dikenal publik saat menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo (2014–2016). Widi adalah simbol perwira Kopassus generasi baru: profesional, senyap, dan berprestasi.
Sumber : Sindonews.com


Posting Komentar untuk "Putra Jawa Timur di Kursi Danjen Kopassus 2 Nama Berhasil Capai Bintang 4."