Pemakaman militer Sertu Arifin Cepa (Anggota Koramil 1710-04/Tembagapura) yang jadi korban penembakan di dekat Rest Area MP 50, PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagura, Kabupaten Mimika. (Foto: Dok. Kodam XVII/Cenderawasih)Dua Unit Senjata SS2 Dan 50 Butir Amunisi Dirampas Di Tembagapura Atas Perintah Jenderal Goliath Tabuni Dan Jenderal Titus Murib
Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 13 Februari 2026
Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melaporkan secara resmi bahwa 2 unit senjata SS2 bersama 50 butir amunisi yang dirampas oleh TPNPB pada hari Rabu, 11 Februari 2026 di Mile 50 Tembagapura yang juga menewaskan satu orang.
Aparat militer serta melukai dua orang lainnya atas perintah Panglima Tinggi, Jenderal Goliath Naaman Tabuni bersama Jenderal Titus Murib sehingga pasukan TPNPB dibawa pimpinan Mayor Yeki Murib bersama pasukan TPNPB dari Pos Kali Kopi melakukan penyerangan tersebut.
Mayor Yeki Murib juga melaporkan bahwa 2 pucuk senjata SS2 bersama 50 butir amunisi yang dirampas sudah menjadi milik TPNPB dibawa pimpinan Jenderal Goliath N Tabuni Dan akan digunakan dalam medan perang melawan aparat militer Indonesia.
Demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dan juga wilayah perang telah dibuka di Tembagapura oleh sebab itu, seluruh karyawan PT. Freeport Indonesia diminta untuk berhenti bekerja.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menerima laporan dari PIS TPNPB bahwa pasukan TPNPB dari berbagai kodap telah berada di Tembagapura dan siap melakukan penyerangan.
Sehingga seluruh aktivitas sipil dan yang tidak terlibat sebagai aparat militer Indonesia untuk segera tinggalkan wilayah Tembagapura guna menghindari korban jiwa serta tempat-tempat penjualan miras, judi dan PSK yang dibuka oleh aparat militer Indonesia di Tembagapura segera ditutup.
Jika tidak diindahkan maka konsekuensinya kami tembak mati, hal ini perlu kami sampaikan sebelum serangan susulan menyusul.
Kami juga juga mengimbau kepada seluruh imigran Indonesia yang berada di Tembagapura agar segera keluar dari wilayah operasi TPNPB karena jika ketemu kami siap tembak mati dan peringatan ini harus didengar.
Karena kami mendapatkan laporan dari PIS TPNPB bahwa warga imigran Indonesia banyak terlibat sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berada di daerah-daerah konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua.
Demikian Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 13 Februari 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
Jenderal Goliath Tabuni
Panglima Tinggi TPNPB-OPM
Letnan Jenderal Melkisedek Awom
Wakil Panglima TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Terianus Satto
Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM
Posting Komentar untuk "Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat"