Media Duta, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan konflik dengan negara-negara tetangga di kawasan Teluk maupun negara Muslim lainnya di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Presiden Iran itu menggarisbawahi pentingnya persatuan dan kerja sama lintas negara demi menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
“Kepada negara-negara Islam dan tetangga-tetangga kami yang terkasih: kalian adalah saudara-saudara kami dan kami tidak terlibat dalam konflik apa pun dengan kalian,” kata Pezeshkian melalui akun X pribadinya, Sabtu (21/3/2026).Menurutnya, ketegangan yang terjadi di kawasan saat ini pada akhirnya hanya akan menguntungkan Israel. Oleh karena itu, ia menyerukan penghentian perselisihan antarnegara Teluk dan sesama negara Muslim.
“Satu-satunya pihak yang diuntungkan dari perselisihan kami adalah entitas Zionis,” kritiknya. Ia juga memanjatkan doa agar momentum Idulfitri dan Nowruz (Tahun Baru Iran) membawa kekuatan serta persatuan bagi umat Islam melalui keteladanan ajaran Nabi Muhammad SAW.
“Tahun ini, lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan Nowruz yang menampilkan persatuan, kohesi, dan keharmonisan nasional dalam budaya kita,” ujar mantan ahli bedah jantung tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat Iran untuk tetap bersatu menghadapi situasi yang sedang terjadi.
“Mari kita bergandengan tangan untuk memandu Iran kita melewati badai yang melanda, dan bangkit dengan bangga serta penuh kemenangan,” tambah Pezeshkian.
Eskalasi militer besar-besaran yang melibatkan koalisi Amerika Serikat dan Israel melawan Iran disebut telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 dan meluas ke sejumlah wilayah di Jazirah Arab serta negara-negara Teluk lainnya. (dan)

Posting Komentar untuk "Iran Ajak Negara Muslim Bersatu Lawan Kepentingan Zionis"