Ketegangan diplomatik yang menyebabkan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, tertahan di kawasan Selat Hormuz.
Status Kapal Indonesia: Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa negosiasi intens sedang dilakukan dengan pihak Iran agar kapal-kapal tersebut diizinkan melintas.
Namun, Iran belum memasukkan Indonesia dalam daftar "negara bersahabat" yang kapalnya bebas melewati Selat Hormuz.
Akar Masalah (Tahanan Balasan): Ketegangan ini dipicu oleh tindakan Indonesia yang menyita dan berencana melelang kapal supertanker berbendera Iran, MT Arman 114, beserta 1,2 juta barel minyaknya.
Kapal tersebut disita sejak 2023 atas dugaan pemindahan minyak ilegal dan pencemaran lingkungan.

Posting Komentar untuk "Iran Masih Simpan Sakit Hati ke Indonesia Karena Presiden Prabowo Lebih Tunduk ke AS"