Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Iran Balik Mengancam Membalas Akan Lumpuhkan Infrastruktur Energi Regional


Perang Iran Israel - AS  Yang ke 25: Jenderal Dehghan Membari Apresiasi pada Srilangka

Perang Iran-Israel (AS) memasuki jam ke 584 atau hari ke 25. Dampak dari banyaknya kilang minyak terbakar di kawasan teluk dan penutupan Selat Hormuz, harga minyak dunia melambung tinggi, mencapai 115 $ perbarel. 

Untuk menenangkan pasar, Trump meracik narasi ke publik menyebut negosiasi dengan Iran tengah berjalan.

Sebelum pengumuman yang agak melunak itu, Trump telah mengultimatum Iran, maksimal 48 jam untuk segera membuka Selat Hormuz,  dengan ancaman akan menghancurkan infrastruktur energi Iran, dan Iran merespon balik—mengancam membalas dengan melumpuhkan infrastruktur energi regional.

Sekali lagi Iran menegaskan, jika Trump menyentuh energi listrik Iran, maka berisiko memicu perang energi all-out yang akan menenggelamkan wilayah Teluk dalam kegelapan dan krisis ekonomi. 

Trump kemudian mengklaim telah menunda penyerangan ke pusat tenaga listrik Iran, setelah ada perundingan diplomasi. 

Namun lagi-lagi, Iran menolak klaim itu, dan panggung sandiwara terus dimainkan, malam-malam di Israel justru mencekam. 

Gelombang ke-77 rudal Iran menghujam situs nuklir di Tel Nof, Dimona, Haifa, Kiryat, hingga Tel Aviv—menegaskan pesan, "perang berlanjut hingga semua tujuan tercapai."

Dilema mencekik AS dan Israel. Mereka kehilangan escalation dominance. 

Serangan yang dilancarkan tak lebih dari sekadar "tembakan simbolis" yang hampa, gagal meruntuhkan nyali maupun pertahanan Iran yang tersembunyi rapat di balik gunung.

Sebaliknya, langit Israel kian rapuh, pertahanan berlapis mereka tak berdaya membendung presisi rudal-rudal Iran. 

Iran tidak terpojok. Justru, retorika plin-plan Trump berakar dari kepanikan di Selat Hormuz—kunci permainan yang kini membelitnya lebih dalam. Ancaman ranjau Iran adalah ultimatum yang tak terpecahkan.

Di hari yang sama, Kepala Keamanan Iran pengganti Larijani, Jendral Dehghan memberi apresiasi kepada Srilangka yang menolak kawasannya dijadikan pangkalan militer Amerika.

 Iran memujinya sebagai negara yang bersahabat dan mereka siap memberi minyak ke Srilangka.

Mumgkin perang ini, bagi Iran, bukan sekadar konflik bersenjata, melainkan momentum yang luhur untuk memahat ulang takdir Timur Tengah.

 Saat aliansi strategis terbentuk, China, Korut dan Rusia menatap dari kejauhan, menyadari bahwa nasib mereka di Asia Barat kini dipertaruhkan oleh keteguhan Iran.

Posting Komentar untuk "Iran Balik Mengancam Membalas Akan Lumpuhkan Infrastruktur Energi Regional"