Di Perserikatan Bangsa-Bangsa, seorang pembantu Netanyahu kebingungan ketika dihadapkan dengan pertanyaan yang paling jelas: "Mengapa Israel memiliki senjata nuklir tetapi negara lain di Timur Tengah tidak bisa?"
Hening. Terbata-bata. Tidak ada jawaban. Kemunafikan terungkap bagi dunia. Fakta-faktanya tak terbantahkan:
Israel memiliki senjata nuklir—semua orang mengetahuinya.
Israel tidak pernah, menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi.Israel menolak inspeksi internasional.Israel menyerang program nuklir Irak.
Israel menyerang program nuklir Suriah Israel ingin menyerang program nuklir Iran
Tetapi Israel dapat memiliki senjata nuklir. Negara lain tidak bisa. Mengapa?
Sang ajudan tidak punya jawaban karena memang tidak ada:
Bukan keamanan—Iran menghadapi lebih banyak ancaman. Bukan tanggung jawab—Israel terus-menerus membom negara-negara tetangganya.Bukan demokrasi—Israel menduduki jutaan orang tanpa hak
Bukan perjanjian—Israel tidak menandatangani apa pun. Satu-satunya jawaban: Amerika melindungi kemunafikan Israel.
Konflik ini dibangun di atas kebohongan tentang program nuklir Iran. Joe Kent mengkonfirmasi bahwa Iran memiliki fatwa agama yang menentang senjata nuklir sejak tahun 2004. Tidak ada intelijen yang menunjukkan pelanggaran.
Tetapi Israel—dengan senjata nuklir yang sebenarnya, tidak diumumkan, tidak diperiksa—memberi ceramah kepada negara lain tentang proliferasi.
Iran meminta "keamanan untuk semua atau tidak sama sekali." Pertanyaan ini membuktikan mengapa.Mengapa Israel dapat memiliki senjata yang tidak dapat dimiliki negara lain?
Mengapa Israel dapat mengancam penggunaan nuklir sementara negara lain tidak dapat mengejar program tersebut?
Mengapa ambiguitas nuklir Israel dapat diterima sementara program sipil Iran diserang?
Sang ajudan bingung. PBB mengamati. Kemunafikan itu terungkap.Tidak ada jawaban. Standar ganda adalah jawabannya.
#DuniaPolitik

Posting Komentar untuk "Mengapa Israel Memiliki Senjata Nuklir, Sementara Negara Lain di Timur Tengah Dilarang"