Setelah melalui perjalanan panjang penuh dinamika, jet tempur hasil kolaborasi Seoul dan Jakarta ini dipastikan akan segera berseragam Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU).
Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan melaporkan bahwa Indonesia akan menjadi negara mitra pengembang pertama yang menerima unit produksi massal jet tempur canggih ini.
Langkah besar ini ditandai dengan rencana penandatanganan kesepakatan ekspor untuk pengadaan 16 unit KF-21 di sela kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada akhir Maret 2026.
Selain urusan jet tempur, agenda pembicaraan juga akan meluas ke sektor pertumbuhan baru seperti AI, energi nuklir, hingga transisi energi.
Juru bicara Kantor Presiden Korea Selatan, Kang Yu-jung, dalam keterangan tertulisnya (13/3/2026), mengonfirmasi bahwa pertemuan tingkat tinggi ini akan memperkuat hubungan kemitraan strategis khusus kedua negara.
Lebih lanjut, Juru Bicara Kang mengatakan bahwa kedua pemimpin akan melakukan pembahasan mendalam mengenai upaya memperkuat hubungan Korea Selatan-ASEAN bersama Indonesia sebagai mitra utama di ASEAN, serta membahas situasi kawasan utama seperti Timur Tengah dan Semenanjung Korea serta langkah-langkah menghadapi berbagai isu global.
Sebelum mendarat di Seoul pada 31 Maret hingga 2 April, Presiden Prabowo terlebih dahulu akan mengunjungi Jepang pada 29-31 Maret.
Pemerintah Jepang pun memberikan sambutan hangat atas kunjungan resmi ini melalui pernyataan resmi mereka.
“Kunjungan Presiden Prabowo akan menjadi kesempatan besar bagi kedua negara untuk lebih memperkuat kemitraan komprehensif dan strategis.
Pemerintah Jepang dengan tulus menyambut kunjungan Presiden Prabowo,” tulis Kementerian Luar Negeri Jepang melalui akun resmi X mereka.
Safari diplomatik ke dua raksasa Asia Timur ini menegaskan posisi Indonesia yang kian sentral dalam menjaga keseimbangan kawasan.
Pesawat tempur generasi 4.5 buatan Korea Selatan, KF-21 Boramae dijadwalkan masuk fase produksi massal tahun ini. Harga komersial per unit KF-21 diperkirakan berada di rentang US$ 80 juta hingga US$ 100 juta.
Sebagai informasi, KF-21 menggunakan dua mesin turbofan General Electric F414 yang mampu membawa kecepatan hingga Mach 1,8. Jet ini memiliki jangkauan tempur lebih dari 2.900 km dan mampu membawa berbagai persenjataan udara-ke-udara dan udara-ke-darat.
Dari sisi teknologi, KF-21 dilengkapi radar AESA (Active Electronically Scanned Array), sistem avionik digital penuh, sensor infra merah (IRST), serta kemampuan peperangan elektronik modern.
Desainnya mengadopsi sebagian karakteristik stealth seperti pengurangan radar cross section, meski belum sepenuhnya setara jet generasi kelima seperti F-35.
Selain Indonesia, Korea Selatan juga membidik sejumlah pasar ekspor lain untuk KF-21. Negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa Timur menjadi target utama, termasuk potensi pasar seperti Filipina, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Polandia yang tengah memperkuat armada tempur mereka.

Posting Komentar untuk "Presiden Prabowo Dijadwalkan Teken Pembelian 16 Unit KF -21 di Korea Selatan"