Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Senator AS Bernie Menolak Usulan Presiden Donald Trump Untuk Danai Perang Rp 3.38 Trilyun


Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, mengungkapkan penolakannya yang tegas terhadap usulan dana sebesar 200 miliar dolar AS (setara dengan Rp3.38 triliun) yang diajukan oleh Pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mendanai perang melawan Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dilontarkan pada hari Selasa (25/3), Sanders menegaskan bahwa ia sama sekali tidak akan mendukung permintaan tersebut dan berjanji akan mengajukan langkah-langkah legislatif untuk menghentikan pengiriman senjata ke Israel.

“Sebagai bagian dari upaya ini, kami akan mengajukan resolusi bersama dalam beberapa minggu ke depan untuk menangguhkan pengiriman 20.000 bom dan buldoser ke Israel,” ungkap Sanders kepada awak media, menanggapi pertanyaan tentang apakah ia mendukung usulan dana tersebut.


Sanders, yang dikenal sebagai senator independen dari Vermont, juga menyoroti tanggung jawab Amerika Serikat atas dimulainya konflik ini.

Menurutnya, AS telah memulai perang ini bersama Israel, yang berakibat pada penderitaan yang meluas di Timur Tengah.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintahan Trump harus bertanggung jawab atas dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh perang tersebut, termasuk kenaikan harga bensin yang memberatkan warga Amerika.

“Harga bensin naik, dan masyarakat sangat khawatir. Pemerintahan Trump gagal memprioritaskan keterjangkauan harga,” kata Sanders dalam sebuah wawancara dengan CNN.

Ia juga mengkritik kebijakan luar negeri AS yang, menurutnya, telah memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“Amerika Serikat memulai perang ini. Mereka melancarkan misi serangan sepihak bersama Israel, yang telah menyebabkan penderitaan besar di kawasan itu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sanders tidak hanya mengkritik kebijakan luar negeri AS, tetapi juga mempertanyakan hubungan AS dengan Israel.

Ia menyoroti situasi di Gaza yang semakin memburuk dan mengecam tindakan Israel yang dianggapnya telah menghancurkan rakyat Gaza, dengan sekitar 10 persen dari penduduk Gaza tewas atau terluka akibat serangan tersebut.

“Apakah kita ingin bekerja sama dengan Israel, yang telah menghancurkan rakyat Gaza?” ujar Sanders dengan nada kritis.

“Saya tidak begitu yakin apakah itu aliansi dan sekutu yang seharusnya kita ajak bekerja sama,” lanjutnya.

Selain itu, Sanders juga mengingatkan bahwa perang melawan Iran bisa menghabiskan ratusan miliar dolar, yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga Amerika seperti perumahan, perawatan kesehatan, dan pangan.

Ia menekankan bahwa perang ini bukanlah yang diinginkan oleh rakyat Amerika, baik dari kalangan Partai Republik maupun Demokrat.

“Baik Anda Republikan atau Demokrat, ini bukanlah perang yang diinginkan oleh rakyat Amerika,” tegas Sanders.

Konflik ini semakin memperburuk situasi di Timur Tengah. Sejak 28 Februari, AS dan Israel telah melancarkan serangan udara terhadap Iran yang telah menyebabkan lebih dari 1.340 orang tewas.

Sebagai balasan, Iran melakukan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, seperti Yordania dan Irak.

Serangan ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur penting, mengganggu pasar global, serta mempengaruhi penerbangan internasional.

Selain itu, dampak langsung dari konflik ini juga dirasakan oleh Amerika Serikat, dengan sedikitnya 13 anggota militer AS yang tewas dalam pertempuran.

Perang ini semakin memperburuk ketegangan ekonomi, salah satunya melalui lonjakan harga energi dan gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak global.

Pernyataan Sanders datang di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran. Warga Amerika yang mulai merasakan dampak langsung dari konflik ini, dengan harga barang-barang kebutuhan pokok yang semakin tinggi.

Rakyat AS semakin merasakan beban akibat kebijakan luar negeri yang dianggap tidak berpihak pada kesejahteraan mereka.

Sanders tidak hanya mengkritik kebijakan luar negeri Pemerintahan Trump, tetapi juga menegaskan bahwa AS harus lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan domestik, daripada terjebak dalam konflik internasional yang tak kunjung usai.

“Kita harus kembali ke prioritas yang benar, yaitu rakyat Amerika,” tutup Sanders.

Dengan meningkatnya ketegangan global dan dampak ekonomi yang semakin terasa, pernyataan Sanders mengingatkan kembali akan pentingnya memilih jalur diplomasi dan perdamaian sebagai solusi yang lebih efektif daripada mengedepankan kekuatan militer yang justru memperburuk keadaan.

#DuniaPolitik

Posting Komentar untuk "Senator AS Bernie Menolak Usulan Presiden Donald Trump Untuk Danai Perang Rp 3.38 Trilyun"