Prabowo Subianto meminta pihak-pihak yang ingin menggantinya untuk menunggu hingga Pilpres 2029, seraya menekankan pentingnya menjaga proses demokrasi yang beradab.
Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung adanya upaya destabilisasi dan disinformasi dalam dinamika politik saat ini, serta mengajak publik untuk melihat situasi secara objektif.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan komitmennya dalam menegakkan hukum meski mengakui masih banyak kekurangan di tubuh aparat.
Ia juga mengungkap adanya indikasi “deep state”, termasuk pejabat seperti direktur jenderal yang berani melawan atasan dan merasa kebal hukum.
Menurutnya, praktik semacam itu telah ditindak, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola dan disiplin di internal birokrasi. (*)

Posting Komentar untuk "Prabowo, Mau Ganti Saya? Tunggu Dong Tahun 2029"