Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Syarat Jadi Pemimpin di Timteng Harus Kerjasama Sama Zionis Jika Tidak di Bunuh


Media Duta,- Sejarah mencatat bahwa pemimpin Timur Tengah yang berani menentang kebijakan Amerika dan membela Palestina seringkali berakhir tragis. 

Wafatnya mereka menandai titik balik geopolitik yang besar di kawasan tersebut:

1. Raja Faisal (Arab Saudi, 1975): Wafat dihabisi setelah memimpin embargo minyak 1973 yang melumpuhkan ekonomi Barat. 

Ia dianggap "berbahaya" karena menggunakan energi untuk membela kedaulatan Arab dan Palestina.

2. Saddam Hussein (Irak, 2006): ia Digulingkan melalui invasi AS tahun 2003 atas tuduhan senjata pemusnah massal yang tidak terbukti. Ia dihabisi setelah bertahun-tahun menjadi musuh bebuyutan Israel dan AS.

3. Muammar Gaddafi (Libya, 2011): Dihabisi secara brutal dalam perang saudara yang didukung intervensi militer NATO/AS. Gaddafi dikenal vokal menolak hegemoni Dollar dan merupakan penyokong dana utama faksi perlawanan Palestina.

4. Ayatollah Ali Khamenei (Iran, 2026): Berdasarkan laporan terbaru Maret 2026, Pemimpin Tertinggi Iran ini gugur dalam serangan udara gabungan AS-Israel di Teheran. Ia adalah arsitek utama "Poros Perlawanan" yang secara militer mengepung kepentingan Israel di kawasan.

Kesimpulan: Benang merah dari kejatuhan para tokoh ini adalah sikap anti-Israel dan penolakan terhadap campur tangan asing.

 Gugurnya mereka sering kali meninggalkan kekosongan kekuasaan yang memicu ketidakstabilan panjang di Timur Tengah.(*)

Posting Komentar untuk "Syarat Jadi Pemimpin di Timteng Harus Kerjasama Sama Zionis Jika Tidak di Bunuh"