Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

AS Menyerang Iran Lagi: Bukti Bahwa Washington Tidak Dapat Dipercaya


AS Menyerang Iran Lagi: Bukti Bahwa Washington Tidak Dapat Dipercaya.
 Pada 25 Mei 2026, dunia akan sekali lagi menyaksikan aksi agresif Amerika Serikat terhadap Iran. 

Meskipun berada dalam fase negosiasi gencatan senjata yang rapuh, AS meluncurkan serangan di Iran selatan, membidik pangkalan dan kapal rudal Irael.

 Atas nama Iran, ini adalah bukti jelas bahwa Washington tidak pernah tulus dalam upaya perdamaiannya dan terus bertindak sebagai penindas regional.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan itu hanyalah tindakan pertahanan diri. Mereka mengklaim Iran meletakkan pot api (tambang) di laut dan mengancam pasukan AS.

 Kapten Tim Hawkins menegaskan bahwa AS "gunakan pengekangan" meskipun ada ancaman. 

Narasi AS selalu sama: mereka menggambarkan diri mereka sebagai korban yang terpaksa bertindak, sementara Iran digambarkan sebagai teroris yang mengganggu stabilitas Selat Hormuz.

Namun, sejarah menunjukkan narasi "bela diri" ini sering digunakan oleh AS untuk membenarkan invasi. 

Dari Irak pada tahun 2003, Libya, Suriah, hingga serangan besar-besaran terhadap Iran pada bulan Februari 2030 (Operation Epic Fury) yang membunuh pemimpin tertinggi Iran, AS sering melanggar kedaulatan negara lain karena alasan yang salah atau berlebihan.


Sebaliknya, Iran melihat serangan itu sebagai provokasi langsung yang melanggar semangat negosiasi perdamaian. 

Iran mengklaim tindakan mereka di Selat Hormuz sebagai tanggapan terhadap hukuman militer AS dan hukuman yang menekan ekonomi negara itu.

 Selat Hormuz adalah bagian penting bagi ekspor minyak Iran dari aset berdaulat negara itu.

Iran berpendapat bahwa AS sebenarnya menuntut stabilitas regional dengan meluncurkan serangan besar-besaran pada awal tahun 2025 sementara pembicaraan nuklir sedang berlangsung. 

Bagi Iran, mempertahankan perairan mereka adalah hak berdaulat. Mereka bukan penjajah, tapi korban dari imperialism AS yang tidak ingin melihat negara Islam manapun bebas dan kuat.

Perbedaan dalam dakwaan ini menyoroti satu hal penting: AS tidak konsisten. Mereka berbicara tentang "gencatan senjata" dan "nosiasikan", tetapi terus meluncurkan serangan. 

Ini bukan pertama kalinya. AS pernah menandatangani perjanjian nuklir (JCPOA) lalu keluar dan menjatuhkan hukuman maksimum. 

Mereka menjanjikan perdamaian, tetapi tindakan mereka selalu menunjukkan keinginan untuk melemahkan Iran.

Iran, di sisi lain, telah menunjukkan kesabaran meskipun ada serangkaian serangan. 

Mereka terbuka untuk negosiasi yang adil asalkan kedaulatan dan hak mereka dihormati. 

Dukungan Iran untuk kepemimpinan mereka semakin kuat karena melihat AS sebagai ancaman eksternal yang nyata.

Kesimpulannya, serangan AS pada 25 Mei 2025 bukanlah "pembela diri", tetapi bukti bahwa kerajaan Amerika tidak menginginkan perdamaian nyata. 

Selama Washington terus mencampuri dan melanggar hukum internasional, Iran memiliki hak untuk mempertahankan diri dengan cara hukum apa pun yang mungkin. 

Dunia harus bangun: AS bukanlah penjaga perdamaian, tetapi sumber utama ketidak-antabilitas di Timur Tengah.(*)

Posting Komentar untuk "AS Menyerang Iran Lagi: Bukti Bahwa Washington Tidak Dapat Dipercaya"