Panas! Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang melawan Iran masih jauh dari kata selesai.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (10/5/2026), Netanyahu menyatakan bahwa syarat mutlak untuk mengakhiri konflik ini adalah penghapusan total kemampuan nuklir Iran.
“Perang ini belum berakhir. Kita tidak akan berhenti sampai ancaman eksistensial dari rezim Teheran benar-benar dilenyapkan,” ujar Netanyahu di hadapan media.
Poin utama yang ditekankan Netanyahu adalah masalah pengayaan uranium.
Ia menuntut agar seluruh cadangan uranium yang telah diperkaya oleh Iran—terutama yang mendekati tingkat senjataharus dikeluarkan dari negara tersebut atau dimusnahkan di bawah pengawasan internasional yang ketat.
Tak hanya soal material, Netanyahu juga mendesak pembongkaran permanen terhadap seluruh infrastruktur nuklir Iran.
Menurutnya, selama Iran masih memiliki mesin sentrifugal dan fasilitas pengayaan, ancaman bom nuklir akan selalu membayangi kawasan Timur Tengah.
Selain isu nuklir, Netanyahu menetapkan daftar target tambahan yang harus dipenuhi sebelum Israel menyatakan kemenangan penuh:
- Penghentian Program Rudal: Iran harus menghentikan produksi rudal balistik jarak jauh yang mampu menjangkau wilayah Israel.
- Netralisasi Proksi: Pembubaran dukungan terhadap faksi-faksi militer di kawasan yang selama ini menjadi perpanjangan tangan Teheran.
Netanyahu bahkan melontarkan pernyataan keras dengan mengklaim bahwa Israel memiliki kemampuan untuk "masuk dan mengambil langsung" sisa-sisa uranium dari wilayah Iran jika proses diplomatik gagal memastikan hal tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa visi kerasnya ini sejalan dengan kebijakan Presiden AS, Donald Trump.
Pernyataan ini muncul di tengah masa gencatan senjata yang telah berlangsung sejak awal April, menyusul operasi militer besar-besaran bertajuk Epic Fury.
Meski serangan udara telah melumpuhkan sebagian besar infrastruktur militer Iran, Netanyahu memperingatkan bahwa stabilitas belum tercapai.
Di sisi lain, laporan diplomatik menyebutkan bahwa pihak Iran baru saja mengirimkan tanggapan atas proposal perdamaian yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Namun, dengan sikap tidak kompromi dari Netanyahu terkait uranium, masa depan kesepakatan damai permanen ini diprediksi akan menghadapi jalan buntu yang sulit.

Posting Komentar untuk "Netanyahu Sebut Perang Melawan Iran Belum Berakhir"