Perang melawan Iran telah menelan biaya besar bagi Amerika Serikat sejak konflik dimulai.
Pentagon menyebut total biaya perang mencapai sedikitnya 29 miliar dolar AS atau sekitar Rp508 triliun dalam 74 hari terakhir.
Angka tersebut disampaikan dalam rapat subkomite anggaran DPR Amerika Serikat bidang pertahanan pada Selasa (12/5/2026).
Biaya yang dihitung sejauh ini hanya mencakup pengeluaran amunisi dan peralatan militer.Kerusakan pangkalan militer dan fasilitas lainnya belum dimasukkan dalam perhitungan tersebut.
Sebelumnya, pada 29 April 2026, Pentagon memperkirakan biaya perang masih berada di angka 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp438 triliun.
Kepala pejabat keuangan Pentagon, Jules Hurst III, mengatakan angka terbaru meningkat setelah adanya evaluasi tambahan.
Menurutnya, biaya bertambah akibat kebutuhan perbaikan dan penggantian peralatan militer yang rusak.
Selain itu, pengeluaran operasional untuk mempertahankan personel di medan perang juga terus meningkat.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan pemerintah akan memberikan informasi yang dianggap relevan kepada publik dan Kongres.
Hegseth sebelumnya didesak menjelaskan rincian biaya perang kepada anggota Kongres dan subkomite pertahanan DPR AS.
Di tengah meningkatnya biaya perang, Hegseth juga mengajukan tambahan anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dolar AS kepada Kongres.
Ia menyebut dana tersebut diperlukan untuk mempertahankan posisi AS sebagai kekuatan militer paling efektif di dunia.
Menurut Hegseth, Presiden Donald Trump mewarisi industri pertahanan yang telah melemah akibat kebijakan selama bertahun-tahun.
Pemerintah AS disebut sedang berupaya membangun kembali basis industri pertahanan agar kembali siap menghadapi perang besar.
Usulan tambahan anggaran itu mendapat dukungan dari Partai Republik.
Namun Partai Demokrat menolak rencana tersebut karena khawatir beban ekonomi masyarakat semakin berat.
Penolakan itu diperkuat dengan laporan Reuters yang menunjukkan banyak warga Amerika mengalami tekanan akibat tingginya harga bensin.
Sebagian warga juga mulai meragukan tujuan utama pemerintahan Trump dalam perang melawan Iran.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penarikan pasukan AS dari Timur Tengah, Hegseth mengatakan Pentagon telah menyiapkan berbagai skenario.

Posting Komentar untuk "Biaya Perang AS Iran Tembus Rp 508 Triliun Pengeluaran Terus Membengkak"