Sebuah laporan terbaru dari Kongres Amerika Serikat mengungkapkan estimasi kerugian material yang signifikan yang dialami oleh militer AS dalam dinamika konflik yang melibatkan kekuatan koalisi AS-Israel dan Iran.
Berdasarkan data kompilasi dari Pentagon, Komando Pusat AS (CENTCOM), serta media pertahanan, militer Amerika dilaporkan kehilangan setidaknya 42 unit pesawat selama periode ketegangan tersebut.
Total nilai kerugian finansial akibat hancur atau rusaknya armada udara ini diperkirakan menembus angka USD 2,6 miliar atau setara dengan Rp46 triliun.
Kendati demikian, sejumlah anggota parlemen AS mengingatkan bahwa angka tersebut kemungkinan bisa bertambah.Pihak legislatif menyebut masih "tidak jelas" apakah Pentagon sudah mengalkulasi seluruh detail kerugian tempur di lapangan secara menyeluruh atau belum.
Adapun rincian armada udara yang dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur mencakup berbagai jenis pesawat operasional, mulai dari jet tempur canggih, pesawat pengintai, pesawat pengisi bahan bakar (refueling), helikopter penyelamat, hingga pesawat nirawak (drone).
Di antaranya adalah empat jet tempur F-15E Strike Eagle, satu F-35A Lightning II, satu A-10 Thunderbolt II, serta 24 unit drone MQ-9 Reaper.
Terkait situasi ini, Anggota Kongres dari Partai Demokrat AS, Ed Case, turut memberikan konfirmasi mengenai skala kerugian tersebut dalam sebuah sidang Senat.
Dalam pernyataannya, Ed Case mengutip data serupa dan menyatakan bahwa Washington setidaknya telah kehilangan sekitar 39 pesawat selama berlangsungnya konflik dengan Iran.
Laporan ini kini menjadi bahan evaluasi mendalam di tingkat internal pemerintahan dan militer Amerika Serikat.(sumber sindonewscom)

Posting Komentar untuk "Dalam Kongres Disebut 46 Pesawat Amerika Serikat Yang Dihancurkan Iran Dengan Nilai Rp46 Triliyun"