Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Di Belakang Layar AS Menekan Turki Demi Gagalkan 15 Kapal ke Gaza


Sebuah krisis maritim baru sedang memanas di Mediterania Timur. Amerika Serikat secara resmi meminta pemerintah Turki untuk mencegah 15 kapal berbendera Turki berangkat menuju Jalur Gaza. 

Permintaan ini dikonfirmasi oleh surat kabar Israel Yedioth Ahronoth yang dikutip media internasional.

Bukan sekadar 15 kapal, intelijen maritim mencatat bahwa armada solidaritas ini totalnya terdiri dari 60 kapal dari berbagai negara. Ratusan aktivis pro-Palestina dan relawan kemanusiaan ikut serta. 

Mereka membawa bantuan medis, makanan, bahan bangunan, hingga generator listrik yang sangat dibutuhkan Gaza yang masih diblokade.

Situasi di Pelabuhan Kreta (Yunani),

Hingga hari ini, dilaporkan 35 kapal sudah berlabuh di Pulau Kreta. Dari jumlah itu, 15 unit adalah milik Turki. 

Kapal-kapal ini sebelumnya ikut dalam flotila yang dicegat pihak berwenang Yunani tahun lalu. Kini, mereka kembali berusaha menerobos laut menuju perairan Palestina yang diduduki.

Waktu Kritis 15 Bulan Ini,

Yang membuat genting, armada ini dijadwalkan tiba di dekat pantai Gaza tepat pada tanggal 15 bulan berjalan. 

Tanggal itu bertepatan dengan peringatan Hari Nakba – ketika 750.000 warga Palestina diusir dari rumah mereka pada 1948. Simbolisme tanggal ini secara terbuka disebut panitia armada sebagai "momen melawan lupa".

Logika di Balik Tekanan AS,

Mengapa AS begitu khawatir? Karena jika 15 kapal Turki berhasil lolos, maka blokade laut Israel akan "terbocori" secara publik.

Sebaliknya, jika Israel menghentikan dengan kekerasan, risiko insiden internasional melibatkan Turki (anggota NATO) bisa memicu konflik terbuka.

 Maka, AS memilih pendekatan diplomasi tertutup: minta Turki menarik kapalnya sendiri.

Reaksi Sementara,

Pemerintah Turki belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun sumber di Ankara menyebut bahwa Presiden Erdoğan sedang menghadapi tekanan ganda dari AS dan sekutu NATO di satu sisi, dan dari konstituen pro-Palestina di dalam negeri di sisi lain.

Apa yang Terjadi Jika Turki Menolak?

Analis militer memprediksi, jika 15 kapal Turki tetap berlayar bersama 20 kapal lainnya dari Kreta, Israel kemungkinan akan mengirim kapal perang untuk menghadang.

Tidak menutup kemungkinan aksi "boarding" ala Mavi Marmara 2010 terulang kembali. Saat itu, 10 aktivis Turki tewas dan hubungan Ankara-Tel Aviv membeku bertahun-tahun.

Ini bukan sekadar kirim bantuan. Ini tentang uji nyali, apakah AS sanggup menghentikan armada rakyat?

 Apakah Turki akan tunduk atau malah mengirim kapal perang pengawal?Kita tunggu hitungan hari menuju 15 bulan ini.

Sumber:

- Media Israel Ynetnews 

Posting Komentar untuk "Di Belakang Layar AS Menekan Turki Demi Gagalkan 15 Kapal ke Gaza"