Bukan cerita sinetron tapi kisah NYata tentang ibu Rukmini
Di sebuah desa kecil di Kabupaten Banyuwangi, hidup seorang wanita sederhana bernama Bu Rukmini.
Pak Harno, tega meninggalkan dirinya bersama 4 anak yang masih kecil, demi menikahi seorang janda muda di kota.
Dengan dingin suaminya berkata, “Aku sudah bosan hidup miskin denganmu. Kau sudah tua, aku mau cari kebahagiaan baru. Ucapan itu menghancurkan hati IBu Rukmini.
Ia menangis semalaman, tapi tak punya waktu larut dalam luka. Anak-anaknya masih kecil, masih butuh makan, sekolah, dan kasih sayang.Setiap hari Bu Rukmini bekerja tanpa kenal lelah. Pagi jadi buruh cuci, siang jual gorengan, malam menjahit baju tetangga. Sering kali ia menahan lapar agar anak-anaknya bisa makan.
Meski dihina dan diremehkan orang kampung, Bu Rukmini hanya berkata dalam hati,
“Aku mungkin miskin hari ini, tapi anak-anakku harus punya masa depan.”
Tahun demi tahun berlalu…
Perjuangannya tidak sia-sia. Anak-anak yang dulu sering tidur dalam keadaan lapar kini tumbuh menjadi orang-orang sukses.
Ada yang menjadi anggota polisi, perwira TNI, guru besar, dan pejabat pemerintahan. Nama keluarga Bu Rukmini kini dihormati banyak orang.
Bu Rukmini yang dulu dianggap wanita malang kini hidup berkecukupan, bahagia, dan disayangi anak-anaknya.
Namun roda hidup berputar…
Suatu sore, datang seorang lelaki tua dengan pakaian lusuh, tubuh kurus, dan langkah tertatih. Ternyata itu Pak Harno, mantan suaminya.
Istri mudanya telah meninggalkannya. Hartanya habis, usahanya bangkrut, dan kini ia hidup sendirian dalam keadaan sakit. Dengan air mata bercucuran, ia bersimpuh di depan Bu Rukmini dan anak-anaknya.
“Maafkan aku… aku menyesal… tolong izinkan aku kembali…”Anak sulung Bu Rukmini berdiri dengan mata berkaca, lalu berkata tegas:
“Dulu saat kami kecil, kami butuh ayah… tapi Ayah memilih pergi. Saat Ibu menangis dan kami kelaparan, Ayah tak pernah datang.
Hari ini kami memaafkan demi Tuhan… tapi jangan paksa kami menghapus luka yang sudah terlalu dalam.”
Bu Rukmini hanya memberi sedikit uang untuk biaya hidup, lalu berpaling dengan hati yang berat.
Karena mereka sadar… penyesalan memang selalu datang belakangan, tapi tidak semua luka bisa diperbaiki ketika semuanya sudah terlambat. (*)

Posting Komentar untuk "Ditinggal Suami Demi Janda Muda, Empat Anak Masih Kecil Ibu Mengurus Sendiri"