𝗦𝘂𝗮𝗿𝗮 Media Duta, - Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pernyataan terbuka terkait masa jabatannya di era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam orasinya pada peringatan Milad ke-5 Partai Ummat, Gatot mengungkapkan pandangannya mengenai dinamika internal yang terjadi saat dirinya menjabat sebagai Panglima TNI.
Ia menyinggung adanya perbedaan sikap dalam hal promosi jabatan perwira tinggi, yang menurutnya harus melalui proses penilaian ketat berbasis rekam jejak dan integritas.
Gatot juga menyampaikan pengakuan terkait momen ketika dirinya diminta untuk mempertimbangkan kenaikan pangkat seorang perwira tinggi. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan tetap harus melalui proses verifikasi menyeluruh.
“Saya buka saja sekarang, biar Pak Jokowi marah. Ketika Pak Jokowi minta, ‘Pak Panglima, tolong dong ini naikkan bintang tiga’. Oh baik Pak, saya cek dulu, saya periksa,” kenang Gatot.
Ia menambahkan bahwa sikapnya dalam menjaga standar dan integritas tersebut menjadi bagian dari konsekuensi jabatan yang diembannya saat itu.
“Ya sudah, ditendanglah saya karena enggak nurut,” cetusnya singkat.
Menurut Gatot, komitmen terhadap profesionalisme dan kualitas kepemimpinan di tubuh TNI menjadi hal yang tidak dapat ditawar.
Ia juga mengaitkan pengalamannya tersebut dengan pentingnya kepemimpinan nasional yang berintegritas dan tidak terikat oleh tekanan atau kepentingan tertentu.
Selain membahas pengalaman masa lalu, Gatot turut menyampaikan pandangannya mengenai arah masa depan Indonesia.
Ia menilai bahwa kemajuan suatu negara ditentukan oleh kombinasi faktor politik, ekonomi, serta kepemimpinan yang kuat dan bersih.
Pernyataan ini menjadi perhatian publik karena dinilai memberikan gambaran dari sudut pandang pribadi terkait dinamika pengambilan keputusan di tingkat tertinggi, sekaligus menjadi refleksi bagi peran kepemimpinan dalam menentukan arah kebijakan nasional ke depan.
Sumber: Youtube/Partai Ummat Official
#TNI #GatotNurmantyo #Jokowi #PartaiUmmat

Posting Komentar untuk "Gatot Buka-bukan, Ngaku Dicopot Karena Tak Ikuti Permintaan Jokowi"