Pemerintah Kamboja di bawah Perdana Menteri Hun Manet secara resmi memberlakukan undang-undang wajib militer baru mulai Senin, 25 Mei 2026
Aturan ini menggantikan undang-undang lama tahun 2006 yang selama ini tidak pernah diterapkan.
Undang-undang yang terdiri dari delapan bab dan 20 pasal tersebut ditandatangani oleh Hun Sen selaku Ketua Senat yang bertindak sebagai kepala negara sementara.
Pria berusia 18 hingga 25 tahun diwajibkan menjalani dinas militer selama dua tahun, sementara perempuan boleh mengikuti secara sukarela. Warga yang dipanggil harus melapor dalam waktu 30 hari.
Bagi yang menolak atau menghindari tanpa alasan sah, ancaman hukumannya cukup berat. Pada masa damai, pelanggar dapat dipenjara enam bulan hingga dua tahun dengan denda 250 hingga 1.000 dolar AS.
Sementara pada masa perang atau serangan asing, hukuman meningkat menjadi dua hingga lima tahun penjara ditambah denda hingga 2.500 dolar AS.
Pemerintah memberikan pengecualian bagi biksu, pemuka agama, penyandang disabilitas, serta warga dengan keahlian khusus di bidang sains dan teknologi.
Setelah selesai dinas, mereka akan masuk dalam pasukan cadangan hingga usia 45 tahun.
Hun Manet menyatakan kebijakan ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan patriotisme generasi muda Kamboja, terutama menyusul ketegangan perbatasan dengan Thailand yang sempat memakan korban jiwa.
Sumber: Viva

Posting Komentar untuk "Kamboja Resmi Berlakukan Wajib Militer Untuk Pria Usia 18 - 25 tahun"