DUNIA TERKEJUT Suara lantang dan penuh wibawa kini terdengar menggema. Putra Pemimpin Tertinggi Iran, Hojjatoleslam Mojtaba Khamenei, secara resmi mengeluarkan ULTIMATUM TEGAS kepada Amerika Serikat dan Israel.
Ini bukan sekadar ancaman biasa, tapi peringatan terakhir sebelum langkah fatal diambil
Pesan yang disampaikan sangat jelas, tegas, dan tidak bisa ditawar lagi. Jika mereka masih nekat dan tidak mau mengerti, maka pintu perdamaian akan tertutup rapat, dan kehancuran total yang akan menanti mereka.
Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa kesabaran Iran ada batasnya, dan saatnya musuh sadar dengan siapa mereka berurusan.
"Berhentilah melakukan serangan, ancaman, dan permusuhan terhadap kami dan sekutu kami.
Setiap peluru yang ditembakkan, setiap sanksi yang diberlakukan, akan kami hitung dan akan kami minta pertanggungjawabannya.
"Keluarkan seluruh pasukan, pangkalan militer, dan pengaruh jahat kalian dari kawasan ini.
Kehadiran kalian adalah sumber utama ketidakstabilan dan perpecahan. Selama kalian masih di sini, kedamaian tidak akan pernah ada
"Kalian pikir kami hanya bisa bicara? Lihatlah apa yang sudah kami buktikan di medan perang. Rudal kami bisa mencapai setiap sudut markas kalian.
Jangan pancing amarah kami, karena ledakannya akan meledakkan kalian semua
Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa waktu untuk bernegosiasi tidak akan selamanya ada.
Ia menekankan bahwa jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada perubahan sikap yang nyata, maka Iran tidak akan ragu mengambil langkah ekstrem. "Kami sudah terlalu lama bersabar, sekarang giliran kalian yang harus tunduk pada kenyataan
"Setiap kejahatan yang kalian lakukan, akan kami balas dengan sepuluh kali lipat lebih dahsyat.
Jangan salahkan kami jika besok pagi kalian bangun dan melihat segalanya sudah hancur berantakan. Itu semua karena kesalahan kalian sendiri
Kami tidak takut. Kami siap untuk skenario terburuk. Jika kalian memilih perang, maka perang total yang akan kalian dapatkan. Dan inga

Posting Komentar untuk "Mantap Iran Jangan Kasih Ampun Amerika Serikat dan Israel"