Tanpa Beliau Laut Kita Hanyalah 3 Mil! Mengenal Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Wawasan Nusantara.
Pernahkah Anda membayangkan jika laut di antara Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan dianggap sebagai laut internasional yang bebas dilalui kapal asing tanpa izin?
Itulah kenyataan pahit yang dialami Indonesia sebelum konsep Wawasan Nusantara diakui dunia. Di balik kemenangan diplomasi besar itu, ada satu nama yang menjadi otak dan pejuangnya: Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja.
Sebagai akademisi sekaligus diplomat ulung, Mochtar adalah sosok yang berhasil mengubah peta kedaulatan Indonesia, tidak dengan dentuman meriam, melainkan dengan ketajaman pemikiran hukum internasional.
Menyatukan Pulau yang Terpisah
Sebelum perjuangan Mochtar berhasil, wilayah laut Indonesia hanya diakui sejauh 3 mil (sekitar 5,5 km) dari garis pantai setiap pulau. Akibatnya, di tengah-tengah kepulauan kita terdapat "lubang-lubang" laut bebas yang membuat kapal perang asing bebas berkeliaran.
Mochtar Kusumaatmadja, bersama tokoh bangsa lainnya, merumuskan bahwa laut bukanlah pemisah, melainkan pemersatu.
Ia memperjuangkan prinsip Negara Kepulauan (Archipelagic State), di mana seluruh perairan yang menghubungkan pulau-pulau tersebut adalah wilayah kedaulatan utuh Republik Indonesia.
Diplomasi Catur: Menang Tanpa Menyakiti
Mochtar dikenal sebagai diplomat yang gemar bermain catur. Strategi caturnya ia bawa ke meja perundingan PBB yang melelahkan selama bertahun-tahun.
Di tengah suasana sidang yang sering tegang, Mochtar piawai mencairkan suasana dengan kelakar dan humor, tanpa sedikit pun mengendurkan poin utama yang ia perjuangkan.
Puncaknya, pada tahun 1982, dunia melalui Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) resmi mengakui konsep Negara Kepulauan.
Berkat kegigihannya, luas wilayah kedaulatan Indonesia bertambah jutaan kilometer persegi tanpa setetes darah pun tumpah.
Berani Mengkritik, Teguh Berintegritas
Karier Mochtar bukan tanpa kerikil. Pada tahun 1962, ia sempat dicopot dari jabatan guru besar Universitas Padjadjaran oleh Presiden Soekarno karena keberaniannya melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah saat itu.
Namun, pemecatan itu tidak menghentikan langkahnya. Ia justru menggunakan waktu tersebut untuk belajar hingga ke Harvard dan Yale, memperdalam ilmu yang nantinya ia gunakan untuk membela kedaulatan laut Indonesia di kancah internasional.
Integritas inilah yang membuatnya tetap dihormati oleh kawan maupun lawan politiknya.
Pahlawan Nasional dan Warisan Abadi
Dedikasi tanpa henti selama puluhan tahun sebagai Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri akhirnya membuahkan pengakuan tertinggi. Pada tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto menetapkan Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai Pahlawan Nasional.
Kini, namanya tidak hanya tertulis di buku-buku hukum, tetapi juga diabadikan sebagai nama jalan layang ikonik di Kota Bandung (eks Jalan Layang Pasupati).
Setiap kali kita menyeberangi lautan atau melintasi jalan tersebut, kita diingatkan bahwa kedaulatan bangsa ini dijaga oleh orang-orang jenius yang mencintai tanah airnya dengan cara yang sangat berkelas.
Mochtar Kusumaatmadja adalah bukti nyata bahwa kata-kata yang cerdas dan argumen yang kuat adalah senjata yang paling ampuh untuk menjaga kehormatan sebuah bangsa.
Sumber: Wikipedia

Posting Komentar untuk "Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Wawasan Nusantara Tanpa Dia Laut Kita Hanya 3 Mil!"