Peristiwa bermula pada Selasa (5/5/2026) dini hari Ri bersama temannya, MR, hendak mencuri mangga yang tumbuh di pekarangan rumah warga.
Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus, menjelaskan, Ri memanjat pohon mangga, sedangkan MR menunggu di atas sepeda motor.
Mendengar suara berisik, pemilik pohon mangga, AH langsung keluar dari rumahnya.
Kala itu, AH memergoki Ri sedang berada di atas pohon. AH lalu berteriak maling, dan warga langsung berkumpul.
MR kabur dengan sepeda motor, sedangkan Ri yang panik melompat dari pohon hingga kepalanya menghantam pagar beton.
“Warga awalnya fokus mengejar temannya yang kabur. Setelah kembali baru mengetahui ada orang tergeletak,” ujar Markus.
Warga yang menemukan korban tergeletak dekat pagar rumah mengaku tidak berani menyentuhnya dan memanggil petugas keamanan lingkungan serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api.
Korban kemudian dipindahkan ke teras rumah dan dibawa menggunakan mobil pribadi warga ke RS Amalia karena ambulans tak kunjung datang.
“Warga juga yang bawa ke rumah sakit akhirnya, menggunakan mobil warga,” ujarnya.
Ri meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026) setelah sempat dirawat intensif akibat luka berat di kepala.
Lalu puluhan orang yang mengaku keluarga dan kerabat Ri mendatangi rumah pemilik pohon mangga.
Mereka, mengamuk dan merusak fasilitas rumah milik AH, mulai dari pagar hingga jendela.
Bahkan keluarga Ri, menebang paksa pohon mangga tersebut, dengan alasan menuntut tanggung jawab atas kematian kerabatnya.

Posting Komentar untuk "Pencuri Mangga Tewas Terjatuh Dari Pohon, Keluarga Korban Mengamuk Rusak Rumah Korban"