Wakil Presiden AS JD Vance melontarkan tuduhan bahwa Iran telah mempraktikkan "t*r0r!sme ekonomi terhadap seluruh dunia". Namun, Iran membalas tudingan tersebut dengan argumen yang tak kalah tajam.
Pihak Iran berpendapat jika tindakan mengganggu pasar global dikategorikan sebagai t*r0r!sme ekonomi, maka sanksi bertubi-tubi yang mereka terima selama puluhan tahun pun layak disebut demikian.
Bagi mereka, tuduhan Washington terasa munafik mengingat Iran telah menghadapi pembatasan perdagangan, tekanan finansial, serta isolasi sistemik dari Barat selama hampir 47 tahun.Perdebatan ini dengan cepat berubah menjadi adu argumen mengenai siapa yang sebenarnya bersalah.
Saat Washington melabeli Iran sebagai ancaman stabilitas global, Iran justru menyerang balik dengan menegaskan bahwa mereka adalah korban dari tekanan ekonomi AS selama beberapa dekade.
Inti dari sanggahan Iran sangat sederhana namun menohok: jika sanksi mampu melumpuhkan ekonomi suatu bangsa selama beberapa generasi, bukankah itu juga merupakan bentuk perang ekonomi?

Posting Komentar untuk "Respon Iran, Bukankah Tindakan Sangsi ke Iran 47 tahun, Sebagai Bentuk Terorisme Ekonomi?"