Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Siapa Sangka Anak Petani Jadi Penyelamat Nyawa Ribuan Orang Dari Wabah Malaria


Dulu Cuma Anak Petani dari Kayu Tanam, Siapa Sangka Beliau Jadi Penyelamat Nyawa Ribuan Orang dari Wabah Malaria. Inspiratif! 

Bagi warga Sumatera Barat, nama Dr. M. Djamil mungkin sudah tidak asing lagi karena diabadikan sebagai nama rumah sakit terbesar di Kota Padang. Namun, tahukah Anda perjuangan luar biasa di balik nama besar tersebut?

Lahir di Kayu Tanam pada tahun 1898, Mohammad Djamil hanyalah seorang anak petani biasa. Ayahnya adalah seorang qadi nikah dan petani di desa. Tidak ada kemewahan, yang ada hanyalah tekad besar untuk belajar. 📚

Dari Kayu Tanam Menuju Puncak Dunia

Siapa sangka, anak desa ini memiliki otak yang jenius. Beliau menamatkan sekolah satu tahun lebih cepat dan berhasil masuk sekolah dokter STOVIA. Tapi mimpinya tidak berhenti di sana. 

Dengan kecerdasannya, Dr. M. Djamil mencetak sejarah sebagai Orang Indonesia Pertama yang meraih dua gelar Doktor sekaligus dari dua benua berbeda:

 Universitas Utrecht, Belanda (Dokter Spesialis Penyakit Dalam)

 Johns Hopkins University, Amerika Serikat (Dokter Kesehatan Masyarakat)

Penyelamat Nyawa dengan Inovasi Sederhana

Meski sudah menyandang gelar doktor dari universitas top dunia, beliau tidak lupa daratan. Saat wabah Malaria menyerang Indonesia, Dr. M. Djamil turun langsung ke rawa-rawa di Panyabungan dan Natal.

Di sinilah kejeniusannya teruji. Beliau menemukan cara revolusioner namun sangat murah: 

Menggunakan dedak untuk membasmi jentik nyamuk! Inovasi ini menyelamatkan ribuan nyawa rakyat kecil dan menekan biaya pemerintah habis-habisan.

 Dunia internasional pun terpukau dan menjulukinya sebagai Malarialoog (Ahli Malaria). 

Dokter yang Juga Gubernur Militer

Tak hanya berperang melawan penyakit, Dr. M. Djamil juga ikut memanggul senjata dan tanggung jawab politik saat kemerdekaan.

 Beliau pernah menjabat sebagai Residen Sumatera Barat hingga Gubernur Militer Sumatra Tengah. Jasanya tidak hanya di atas kertas resep, tapi juga di medan tempur demi kedaulatan Indonesia.

Hingga akhir hayatnya, beliau tetap mengabdi untuk pendidikan dengan mendirikan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Kisah beliau adalah bukti nyata bahwa "Gelar setinggi langit bukan untuk pamer, tapi untuk mengabdi pada rakyat kecil."

Semoga semangat Dr. M. Djamil menular kepada generasi muda kita hari ini. Dari desa untuk dunia! 

Sumber: Wikipedia

#DrMDjamil #InspirasiIndonesia #

Posting Komentar untuk "Siapa Sangka Anak Petani Jadi Penyelamat Nyawa Ribuan Orang Dari Wabah Malaria"