Bukan Mengantar MBG Sopir MBG Justru Kedapatan Nyambi Jadi Kurir Sabu, Berhasil Diamankan Polisi.
Sebuah kabar yang sangat mengecewakan sekaligus memicu kekhawatiran mendalam menyeruak dari pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seorang sopir yang bertugas mengantarkan makanan bergizi di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Justru terungkap terlibat dalam peredaran barang terlarang. Ia tak hanya diamankan karena diduga menggunakan narkotika, tetapi juga kedapatan merangkap bekerja sebagai kurir pengedaran sabu.
Pelaku yang diketahui berinisial A akhirnya dibekuk aparat kepolisian di kawasan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan mendalam yang sebelumnya bermula dari kasus lain.
Sebelumnya, kepolisian lebih dulu mengamankan seorang penjual pecel lele berinisial D yang beroperasi di wilayah Citayam, Tajurhalang.
Dari pemeriksaan terhadap tersangka tersebut, petugas kemudian menelusuri jejak yang mengarah langsung kepada sopir pengantar makanan program MBG ini, yang diduga memiliki kaitan erat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan terjadinya penangkapan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa saat dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menyita barang bukti berupa sabu seberat 1,03 gram yang sudah dikemas rapi dan siap untuk diedarkan.
“Benar yang bersangkutan terbukti sebagai pemakai dan bahkan diduga juga berperan sebagai pengedar,” tegas Made Budi saat memberikan keterangan, Selasa, 12 Mei 2026.
Kasus ini tentu memicu pertanyaan besar di benak masyarakat. Bagaimana bisa seseorang yang diberi kepercayaan untuk mengemban tugas mulia menyebarkan manfaat bagi anak‑anak dan warga luas justru terlibat dalam perbuatan terlarang yang merusak tatanan sosial?
Kejadian ini sekaligus menyoroti betapa pentingnya proses penyaringan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap seluruh petugas dan tenaga yang terlibat dalam pelaksanaan program strategis tersebut.
Dengan harapan, tidak ada celah yang dimanfaatkan untuk kegiatan yang bertentangan dengan tujuan mulia program itu sendiri.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melanjutkan penyelidikan dan giat memburu sosok pemasok utama yang diduga bertanggung jawab menyuplai barang haram tersebut kepada para pengedar di lapangan.
Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus mengungkap sejauh mana jaringan yang terlibat.
Masyarakat pun berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi pihak penyelenggara untuk lebih teliti.
Sehingga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tetap terpelihara dan tidak ternoda oleh perbuatan segelintir oknum yang tak bertanggung jawab.
Sumber: Suara dotcom

Posting Komentar untuk "Sopir Pengantar MBG Ke Sekolah Ternyata Juga Menjadi Kurir Sabu"