"Armada Nyamuk" (Mosquito Fleet) buatan Iran benar-benar bikin militer Amerika Serikat pusing tujuh keliling di Selat Hormuz.
Alih-alih memakai kapal perang raksasa yang gampang jadi sasaran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran justru mengerahkan ratusan perahu motor cepat berbiaya murah yang lincah dan sulit terdeteksi radar konvensional AS.
Meski ukurannya kecil, perahu-perahu ini punya "sengatan" mematikan karena sudah dimodifikasi untuk mengangkut rudal jarak pendek, drone kamikaze, roket, hingga ranjau laut.
Strategi gerilya laut ini terbukti sangat efektif untuk mengacaukan jalur logistik.
Begitu kapal destroyer canggih milik AS atau kapal tanker asing melintas, ratusan perahu cepat Iran langsung datang mengepung dari berbagai arah menggunakan taktik pengerubungan (swarm tactics).
Akibatnya, kapal-kapal perang AS yang mahal sering kali terpaksa membatasi pergerakan bahkan putar balik demi menghindari risiko kerugian besar.
Manuver ekstrem dari armada nyamuk ini otomatis langsung melumpuhkan lalu lintas energi global.
Ribuan kapal komersial dunia kini memilih tertahan dan parkir di luar selat karena enggan mengambil risiko terkena serangan, yang berujung pada melonjaknya biaya asuransi pengiriman barang secara drastis.
"Armada Nyamuk" (Mosquito Fleet) buatan Iran benar-benar bikin militer Amerika Serikat pusing tujuh keliling di Selat Hormuz.
Alih-alih memakai kapal perang raksasa yang gampang jadi sasaran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran justru mengerahkan ratusan perahu motor cepat berbiaya murah yang lincah dan sulit terdeteksi radar konvensional AS.
Meski ukurannya kecil, perahu-perahu ini punya "sengatan" mematikan karena sudah dimodifikasi untuk mengangkut rudal jarak pendek, drone kamikaze, roket, hingga ranjau laut.(*)

Posting Komentar untuk "Taktik Cerdik Iran Membuat Destroyer Militer Amerika Mati Kutu di Selat Hormuz"