Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut prajurit TNI dari batalyon teritorial pembangunan nantinya akan memiliki peran lebih luas di tengah masyarakat, termasuk dalam sektor keagamaan.
Dalam rapat bersama Komisi I DPR, Sjafrie menjelaskan batalyon tersebut tidak hanya difokuskan membantu sektor pertanian dan pendidikan, tetapi juga penguatan kehidupan sosial dan religi masyarakat di wilayah penugasan.
Menurutnya, satu batalyon akan berisi sekitar 1.190 prajurit dengan latar belakang beragam, mulai dari lulusan pesantren hingga personel yang memahami pelayanan rohani lintas agama.
Sjafrie mengatakan prajurit TNI nantinya dapat ikut membersamai masyarakat di masjid maupun gereja. Bahkan, untuk lingkungan muslim, prajurit disebut dapat membantu menjadi imam salat hingga khatib.
Program batalyon teritorial pembangunan sendiri disebut dirancang untuk memperkuat keterlibatan TNI dalam membantu berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor sosial, pendidikan, pertanian, hingga kehidupan keagamaan.(*)

Posting Komentar untuk "TNI Siapkan Masuk Sektor Agama, Prajurit Bisa Jadi Imam Hingga Khatib"