Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Trump Hilang Kendali Iran Makin Berani Menantang Amerika Serikat


Respons Amerika Serikat (AS) dan Iran terhadap rentetan serangan terbaru di sekitar Selat Hormuz memperlihatkan arah baru konflik yang semakin rumit. 

Di tengah status gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku, Washington terlihat makin berhati-hati untuk menghindari perang terbuka, sementara Teheran terus menunjukkan sikap menantang dan mengeklaim mampu menekan kepentingan strategis AS di kawasan.

Ketegangan terbaru pecah setelah Iran menuding AS melakukan "pelanggaran terang-terangan" terhadap gencatan senjata lewat serangan ke lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.

 Di sisi lain, militer AS bersikeras bahwa gencatan senjata masih berjalan meski operasi militer tetap dilakukan.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) menuduh kapal-kapal Iran mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz, jalur

vital perdagangan energi dunia. 

Tuduhan itu dinilai sangat provokatif karena muncul di tengah upaya negosiasi damai paling serius sejauh ini antara kedua negara.

Namun, CENTCOM tetap menegaskan bahwa operasi yang dilakukan bersifat terbatas.

"Komando Pusat AS terus mempertahankan pasukan kami sambil menahan diri selama gencatan senjata yang masih berlangsung," kata juru bicara tersebut, dilansir CNN International, Rabu (27/5/2026).

Menurut analisis CNN, pernyataan itu dinilai mencerminkan pola baru Washington yang berusaha mempertahankan gencatan senjata meski Iran terus melakukan tindakan yang dianggap agresif. 

Sejumlah analis melihat pemerintahan Presiden AS Donald Trump kini semakin terdesak untuk segera mengakhiri perang, sebuah kondisi yang justru melemahkan posisi tawar Washington dalam perundingan.

Serangan terbaru sendiri terjadi Senin lalu ketika militer AS melancarkan apa yang disebut sebagai "serangan untuk membela diri" terhadap lokasi peluncuran rudal dan kapal di dekat Selat Hormuz. 

Tak lama kemudian, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim berhasil "menembak jatuh drone AS dan memaksa drone serta jet tempur AS melarikan diri" sebagai bentuk "respons timbal balik".

Meski Iran tampil keras, respons Washington jauh lebih hati-hati. Selain tetap menyebut gencatan senjata masih berlangsung, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dua kali menghindari jawaban langsung saat ditanya soal serangan tersebut dalam kunjungannya ke India.

Pada kesempatan pertama, Rubio berbicara umum soal negosiasi damai. Sementara pada kesempatan kedua, ia menyinggung pentingnya Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas global.

Situasi ini mengingatkan pada serangkaian insiden pada awal Mei lalu. Saat itu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengungkap Iran telah sembilan kali menembaki kapal komersial, menyita dua kapal kontainer, serta melakukan "lebih dari 10" serangan terhadap pasukan AS.

Namun, ia langsung menurunkan tensi pernyataannya dengan menyebut seluruh aksi tersebut masih "di bawah ambang untuk memulai kembali operasi tempur besar pada titik ini".

Ia juga menggambarkan insiden tersebut hanya sebagai "serangan kinetik tingkat rendah". 

Ketika Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ditanya apakah gencatan senjata sudah berakhir, ia langsung membantah.

"Gencatan senjata belum berakhir," ujarnya saat itu. 😲😲

#trump #hilangkendali #iran #makin #berani

Posting Komentar untuk "Trump Hilang Kendali Iran Makin Berani Menantang Amerika Serikat"