Ketika nama Mojtaba Khamenei disebut memberi perintah agar militer Iran melanjutkan perang, lalu dua drone mulai menghantam wilayah Uni Emirat Arab, itu bukan lagi sekadar insiden keamanan biasa.
Ini adalah alarm Timur Tengah yang sedang bergerak menuju fase yang lebih berbahaya.
Dan UEA tampaknya mulai berada terlalu dekat dengan pusat ledakan geopolitik yang selama ini mereka kira bisa dikendalikan dengan uang, diplomasi, dan perlindungan Barat.
Masalahnya, perang kawasan tidak mengenal gedung mewah, kota futuristik, ataupun langit penuh pencakar langit. Dalam hitungan menit, UEA pusat bisnis bisa berubah menjadi pusat kepanikan.
UEA mungkin selama ini merasa aman karena hubungan strategisnya dengan Amerika Serikat dan kedekatan politiknya dengan Israel.
Namun sejarah menunjukkan bahwa ketika perang besar pecah, sekutu sering datang terlambat, sementara rudal datang lebih cepat.
Iran sudah berulang kali memberi sinyal bahwa siapa pun yang dianggap ikut membuka jalan serangan terhadapnya, tidak akan dibiarkan tenang.
Dan jika eskalasi terus meningkat, maka Teluk bukan lagi kawasan ekonomi tetapi bisa berubah menjadi medan konflik terbuka.
Yang paling berbahaya bukan hanya serangan drone hari ini, tetapi pesan di baliknya yaitu bahwa kawasan paling kaya di Timur Tengah pun tidak lagi kebal dari perang.
Jika UEA terus bermain dalam poros yang dianggap memusuhi Iran, sambil tetap membuka ruang strategis bagi kepentingan asing di kawasan, maka mereka sedang mempertaruhkan stabilitas negaranya sendiri.
UEA harus segera menurunkan tensi politiknya dengan Iran sebelum semuanya terlambat. Sebab bila konflik regional benar-benar meledak besar, yang pertama hancur bukan hanya bangunan, tetapi rasa aman yang selama ini dijual kepada dunia.
Dan ketika api perang sudah membesar, tidak ada menara tertinggi di Dubai yang cukup tinggi untuk menghindarinya.
#iran #UEA #timurtengah #mojtabakhamenei #amerika #viral #fyp

Posting Komentar untuk "UEA SEDANG BERMAIN API DI TENGAH BADAI TIMUR TENGAH"