Jakarta Media Duta, - Dalam negara demokrasi kekuatan tertinggi bukan di ujung senjata tapi di kedaulatan rakyat.
TNI lahir untuk mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman eksternal. Bukan untuk mengamankan jabatan membubarkan protes atau menjadi alat kekuasaan sipil yang lemah.
Ketika tentara turun ke jalan raya mengawasi demonstrasi damai atau berdiri di depan istana saat rakyat menyuarakan aspirasi maka itu bukan tanda ketegasan. Itu adalah tanda krisis legitimasi pemerintahan.Konstitusi jelas. TNI tunduk pada otoritas sipil. TNI tidak boleh terlibat dalam politik praktis. TNI profesional fokus pada pertahanan bukan pengamanan internal.
Jika pemerintah merasa perlu memanggil TNI untuk menjaga ketertiban di tengah masyarakat sendiri maka pertanyaannya bukan apakah TNI siap. Tapi mengapa pemerintahan gagal menjaga kepercayaan rakyat.
Rakyat bukan musuh. Kritik bukan ancaman. Demonstrasi damai adalah hak konstitusional bukan alasan untuk mendatangkan pasukan bersenjata.
Kita juga perlu bicara tentang kompetensi kepemimpinan. Jabatan strategis negara harus diisi oleh mereka yang memahami kompleksitas tata kelola hukum ekonomi dan diplomasi. Bukan hanya karena loyalitas pangkat atau latar belakang militer.
Pendidikan formal bukan segalanya tapi pemahaman konseptual visi strategis dan kemampuan membaca dinamika global adalah syarat mutlak bagi pemimpin abad dua puluh satu.
Jangan biarkan negara dipimpin oleh logika komando. Laksanakan tanpa pertanyaan. Patuhi tanpa diskusi. Diamkan tanpa solusi.
Karena rakyat bukan prajurit. Rakyat adalah warga negara yang punya hak untuk bertanya mengkritik dan menuntut akuntabilitas.
Jadi kepada para petinggi TNI kembali ke barak. Fokus pada pertahanan negara. Biarkan sipil mengurus sipil dengan cara demokratis.
Dan kepada pemerintah jangan jadikan TNI sebagai tameng ketika kebijakannya ditolak rakyat.
Bangunlah kepercayaan melalui kinerja bukan melalui kehadiran seragam hijau di tengah kerumunan massa.
Karena sejarah mencatat. Demokrasi mati bukan karena dikudeta militer tapi karena dibiarkan mati pelan pelan oleh pemimpin yang takut pada suaranya sendiri.(")

Posting Komentar untuk "TNI Dimta Kembali ke Barak Tugas Anda Pertahanan Bukan Pengamanan"