Landak Media Duta,- Duka mendalam menyelimuti warga Kabupaten Landak. Kasus tragis yang merenggut nyawa seorang ibu dan anak balitanya kini mulai menemukan titik terang.
Polisi berhasil menangkap dua orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam pembunuhan keji tersebut.
Kedua pelaku diamankan di lokasi berbeda dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Landak. Penangkapan pertama dilakukan terhadap pria berinisial B di Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila.
Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menangkap satu terduga pelaku lainnya, berinisial S, di wilayah Ngabang.
Kasatreskrim Polres Landak, AKP Kuswiyanto, mengungkapkan bahwa kedua pelaku saling mengenal dan merupakan teman satu kampung. Fakta ini semakin menambah luka, karena dugaan kuat mengarah pada pengkhianatan dari orang terdekat korban.
“Untuk saat ini baru satu yang mengakui. Namun dari hasil penyelidikan di lapangan, kami menduga kuat keduanya terlibat,” ungkap Kuswiyanto.
Kronologi Pilu yang Mengguncang Hati
Peristiwa tragis ini bermula dari hilangnya seorang ibu, Asniwati (39), dan anaknya yang masih berusia 4 tahun, Dina Oktavia. Keduanya terakhir terlihat di pondok mereka di Kecamatan Kuala Behe.
Suami korban, Hermanto, mulai khawatir saat tidak menemukan istri dan anaknya sejak siang hari. Pencarian besar-besaran pun dilakukan oleh warga hingga akhirnya menemukan kenyataan yang memilukan.
Dina ditemukan lebih dahulu dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Tak jauh dari lokasi tersebut, sekitar 20 meter, sang ibu ditemukan dalam kondisi mengenaskan — tangan dan leher terikat, tubuhnya ditutupi daun kering, seolah ingin disembunyikan dari dunia.
Tangis keluarga dan warga pecah saat mengetahui nasib tragis keduanya.
Motif Diduga Karena Harta
Dari hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan diduga kuat berkaitan dengan harta benda. Uang tunai sekitar Rp135 juta dan emas seberat 30 gram milik korban dilaporkan hilang.
Polisi juga telah mengamankan sebagian besar barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Namun, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh peran masing-masing pelaku.
“Motif sementara mengarah pada harta benda, namun kami masih mendalami lebih lanjut,” jelas Kuswiyanto.
Luka yang Tak Mudah Sembuh
Tragedi ini bukan hanya soal kehilangan, tetapi juga tentang rasa aman yang terkoyak. Bagaimana mungkin nyawa seorang ibu dan anak kecil direnggut dengan begitu kejam, diduga oleh orang yang dikenal?
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa kejahatan bisa datang dari arah yang tak terduga. Kini, masyarakat hanya bisa berharap keadilan ditegakkan dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

Posting Komentar untuk "HEBOH! Ibu dan Balita Ditemukan Tewas Terikat di Hutan, Diduga Dibunuh Orang Terdekat Demi Harta!"