Iran dilaporkan telah meningkatkan kemampuan drone bunuh diri (kamikaze) Hadid 110 dengan teknologi baru hingga sulit dideteksi radar.
Drone bertenaga mesin jet tersebut diklaim telah digunakan untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir untuk menyerang pangkalan militer dan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dikutip dari The Telegraph pada Rabu (29/7), Hadid 110 versi terbaru menjadi salah satu sistem persenjataan paling canggih yang dimiliki Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Drone ini merupakan pengembangan dari versi sebelumnya yang pernah diperkenalkan kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sebelum pecahnya perang.
Salah satu keunggulan utamanya adalah penggunaan mesin turbojet yang mampu melesat hingga sekitar 508 kilometer per jam.
Kecepatan tersebut menjadikannya drone tercepat yang diketahui pernah dikembangkan oleh Iran.
Drone diluncurkan menggunakan pendorong berbahan bakar padat sebelum mesin jet aktif dan membawanya melaju menuju sasaran.
Kombinasi kecepatan tinggi membuat waktu respons sistem pertahanan udara lawan menjadi jauh lebih singkat untuk mendeteksi dan mencegatnya.
Selain itu, Hadid 110 dirancang dengan teknologi siluman melalui bodi yang lebih mulus, saluran udara berbentuk huruf S, serta material penyerap gelombang radar.
Drone ini mampu membawa hulu ledak seberat sekitar 30 kilogram dengan jangkauan terbang sekitar 354 kilometer dan durasi operasi hingga satu jam.
Meski memiliki kemampuan yang lebih canggih, Hadid 110 disebut bukan senjata strategis jarak jauh, melainkan dirancang untuk menyerang target penting yang berada relatif dekat dari wilayah pesisir Iran.
Pengembangan drone tersebut dinilai menunjukkan upaya Iran untuk terus meningkatkan kemampuan militernya.
(SerambiNews.com)

Posting Komentar untuk "Mimpi Buruk Pangkalan AS! 'Monster Siluman' Drone Kamikaze Iran yang Tak Bisa Dihentikan"